SULTRABERITA.ID, KENDARI – Mantan Bupati Kolaka, Buhari Matta diamankan aparat Kejaksaan Agung (Kejagung) di kediamannya Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan, Sabtu 7 Desember 2019.
BACA JUGA :
- Polisi Masuk Pesantren Ummushabri Kendari, Tanamkan Kamtibmas Lewat Program Go to School
- Harga Emas Terus Meroket, Ini 3 Daerah di Sultra yang Mayoritas Warganya Simpan Emas Minimal 10 Gram
- Kemenkes RI Keluarkan Edaran Waspadai Virus Nipah Usai Mewabah di India
- Kapal Maligano- Raha Angkut 32 Penumpang Tenggelam Disapu Hujan Badai
- Tak Sekadar Membaca, Program Ulik Tilik Buku BookScape Kendari Bedah Karya Novel “Di Tanah Lada”
Dikutip dari cnnindonesia.com, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mukri membeber penangkapan Buhari Matta. Ia mengatakan pihaknya menangkap Matta di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/12), sekitar pukul 14.30 WITA.

Kejagung mengeksekusi Buhari Matta berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 755k/Pid.Sus/2014.
Ia selanjutnya dibawa ke Makassar untuk menjalani pidana badan di Lapas Makassar pada pukul 23.00 WITA.
Buhari Matta dilaporkan menjadi terpidana Buhari Matta tersandung kasus korupsi penjualan ore (bahan baku nikel) kadar rendah milik pemerintah dengan PT Kolaka Mining Internasional.
Tahun 2013 silam, Pengadilan Tipikor Sultra telah menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan terhadap eks Bupati Kolaka dua periode itu. Sementara Direktur PT Kolaka Mining Internasional Atto Sakmiwata Samperoding dijatuhi hukuman bebas oleh majelis hakim Tipikor dipimpin Aminuddin.
Saat menjalani proses persidangan di pengadilan Tipikor Sultra, mantan Ketua PPP Kolaka itu diketahui menggandeng dua pengacara kondang, Adnan Buyung Nasution dan OC Kaligis.
Sementara itu total kerugian negara atas jual beli ore kadar rendah mencapai Rp 24 miliar. Adm



