SULTRABERITA.ID, KENDARI – Ahli gizi Universitas Gadjah Mada R. Dwi Budiningsari mengatakan menjalankan ibadah puasa mampu meningkatkan sistem kekebalan atau imunitas tubuh di tengah pandemi COVID-19.
“Sejumlah penelitian menyebutkan berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada studi yang menyatakan berpuasa berisiko meningkatkan infeksi COVID-19,” kata Dwi melalui keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Jumat.
BACA JUGA:
- Peringati HLH 2026, PT Vale Hijaukan Lingkungan Sekolah SMKN 9 Kolaka
- Tren ASN Pemprov Sultra yang Cerai Naik: Dominan Guru, Dipicu Perselingkuhan hingga Faktor Ekonomi
- 105 Mahasiswa UHO Lolos Program Beasiswa Bank Indonesia 2026
- Jangan Abai, Sinyal-sinyal Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Kena Kanker
- Universitas Karya Persada Muna Siapkan 500 Kursi Maba, Tawarkan KIP hingga Beasiswa Pemda Muna Barat
Menurut dia, berpuasa yang benar dapat memperbaiki jaringan-jaringan sel yang rusak. Dengan berpuasa selama 30 hari bisa merangsang produksi sel-sel darah putih baru.
Hal itu yang kemudian menurut Ketua Prodi S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM ini mampu mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.
Kondisi dengan sistem kekebalan yang telah diregenerasi, menurut dia, akan semakin memperkuat tubuh dalam menangkal berbagai infeksi bakteri maupun virus dan penyakit lainnya.
Dia menjelaskan kekebalan tubuh sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas asupan gizi.
Orang yang mengalami kekurangan gizi, kata dia, akan sangat rentan terhadap infeksi COVID-19.
Sementara orang yang bergizi baik, dengan kebutuhan energinya telah tercukupi, menurut dia, berpotensi besar memiliki kemampuan untuk memusnahkan virus corona jenis baru itu.
Secara umum, kata Dwi, terdapat tiga fungsi asupan gizi yang digunakan oleh tubuh manusia. Pertama, menjadi sumber energi sebagai prioritas utama yang digunakan oleh tubuh. Kedua, fungsi regulasi yaitu mengatur agar tubuh sehat dan bugar, termasuk fungsi kekebalan tubuh. Ketiga, fungsi pertumbuhan yang merupakan prioritas terakhir yang akan berlangsung apabila fungsi pertama dan kedua telah terpenuhi.
Tak hanya meningkatkan imunitas, berpuasa, kata dia, juga dapat membantu detoksifikasi atau mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan dalam tubuh. Misalnya zat-zat adiktif aditif dalam makanan seperti pengawet dan pewarna makanan.
Lebih dari itu, menurut dia, puasa juga dapat mengurangi massa lemak tubuh berlebih yang dapat merusak keseimbangan sistem kekebalan tubuh manusia. Pasalnya, lemak yang berlebih akan memicu produksi sel yang menyebabkan peradangan organ tubuh sehingga memicu munculnya penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya.
“Kalau yang kelebihan lemak bisa menurunkan berat badan maka bisa memperbaiki imunitasnya,” kata Ketua Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) DIY ini. Adm
Sumber: antaranews.com
Judul: https://m.antaranews.com/berita/1441364/ahli-gizi-ugm-puasa-mampu-meningkatkan-imunitas-tubuh




