SULTRABERITA.ID, KENDARI – Sebanyak 156 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya tiba di Bandara Halu Oleo (HLO) pada, Selasa 23 Juni 2020 sekitar pukul 21.00 WITA.
BACA JUGA :
- DAAZ Group Galang Aksi Donor Darah di Kendari, Libatkan Mahasiswa & Masyarakat
- Waspada El Nino Super, Pakar Prediksi Jadi yang Terkuat di Abad Ini
- Perumda Sultra Kerja Ekstra: Kesadaran Minim, Warga Asal Buang Sampah di Area Kuliner Tugu Religi
- 11 Ribu Warga Sultra Kerja di Tambang IMIP Morowali, Target Rekrut 2.000 Pekerja Baru April Ini
- PT Vale Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Morowali Lewat Program Service Excellence
Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh ikut memantau kedatangan gelombang pertama buruh Tiongkok yang dipekerjakan dua raksasa industri smelter PT VDNI dan PT OSS. Di sana, politisi PAN itu melakukan pengecekan visa yang digunakan para TKA secara acak atau sampling.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ARS mengklaim para TKA patuh menggunakan visa 312. Bukan visa kunjungan sebagaimana dituduhkan.
“Tadi beberapa sampling yang ditanya, mereka menggunakan visa 312, tapi nanti akan dicek lagi. Karena yang harus menangani ini semua adalah imigrasi,” kata ARS kepada wartawan.
Selain mengecek visa yang digunakan, ARS mengungkap pihaknya juga meminta data resmi dari perusahaan terkait keahlian yang dimiliki para TKA tersebut.
Para TKA direkrut oleh PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe disebut mengantongi 15 keahlian dalam bidang pembangunan smelter.
“Kami masih minta keahlian-keahlian TKA ini, masuk dalam 15 kategori keahlian. Kita minta lewat direkturnya, nanti mereka akan menyerahkan kepada kami,” ujarnya.
Kedatangan ARS di bandara tersebut bertujuan memastikan bahwa dalam proses kedatangan para buruh China tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
Arus kedatangan TKA China mendapat penolakan dari berbagai elemen ormas maupun mahasiswa di Sultra. Bahkan anggota Komisi III DPRD Sultra, Sudirman tampil memimpin aksi tolak TKA China. Adm





