BERITA TERKININASIONAL

Benarkah Ada Golongan Darah yang Paling Sehat? Ini Fakta Medisnya

×

Benarkah Ada Golongan Darah yang Paling Sehat? Ini Fakta Medisnya

Sebarkan artikel ini
Benarkah Ada Golongan Darah yang Paling Sehat? Ini Fakta Medisnya
Foto : Ist

LAJUR.CO, KENDARI – Mayoritas orang biasanya baru memikirkan golongan darah mereka saat hendak melakukan donor atau membutuhkan transfusi darurat.

Namun, tahukah bahwa golongan darah di dalam tubuh sebenarnya menyimpan rahasia besar terkait risiko kesehatan?

Secara medis, memang tidak ada istilah golongan darah ‘terbaik’. Tetapi, empat kategori utama, yakni A, B, AB, dan O, terbukti secara klinis memiliki kelebihan dan kelemahan biologis masing-masing dalam melawan penyakit.

Mulai dari kerentanan terhadap kanker, serangan virus, hingga sensitivitas terhadap gigitan serangga. Berikut penjelasan dari sisi medisnya:

1. Golongan Darah A
Bagi pemilik golongan darah A, mungkin boleh sedikit bernapas lega karena tubuh cenderung kurang menarik bagi nyamuk. Bahkan, lebih kebal terhadap hantaman Norovirus, virus pemicu muntah musim dingin.

Namun, sisi negatifnya cukup banyak. Golongan darah A secara genetis dikaitkan dengan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL) yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Wamen Stella Tinjau SMA Unggul Garuda di Konsel, Target Buka Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Dikutip dari New York Post, kondisi ini dapat memicu risiko serangan jantung dan stroke iskemik dini di usia muda.

Studi ilmiah juga menemukan bahwa pemilik golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lambung dan kanker pankreas. Tak hanya itu, riset menunjukkan tubuh mereka memproduksi hormon kortisol lebih banyak, sehingga membuat karakternya jauh lebih rentan mengalami stres.

2. Golongan Darah B
Dari sisi positif, pemilik golongan darah B memiliki risiko yang sangat rendah untuk terkena batu ginjal, kanker lambung, dan kanker kandung kemih. Tubuh mereka juga secara alami dibekali benteng pertahanan kuat terhadap bakteri Helicobacter pylori yakni biang kerok tukak lambung, serta patogen mematikan seperti cacar dan malaria.

Kekurangannya, studi menunjukkan golongan darah B lebih rentan terinfeksi tuberkulosis (TBC) dan kolera. Para peneliti juga mencatat adanya prevalensi yang cukup tinggi terhadap risiko penyakit jantung, kanker pankreas, hipertensi, hingga diabetes tipe 2.

Baca Juga :  Bukan di VIP, La Ode Tariala Duduk di Kursi Belakang saat Rakerwil NasDem Sultra Dihadiri Putra Surya Paloh

3. Golongan Darah AB
Pemilik golongan darah AB+ (positif) adalah penerima universal, artinya bisa menerima donor darah jenis apa pun. Plasma darah dari golongan AB juga dijuluki sebagai ‘emas cair’ di dunia medis, karena sangat krusial bagi pasien trauma dan luka bakar.

Namun, di balik keistimewaan tersebut, golongan darah AB memiliki risiko tertinggi terhadap pembekuan darah, peradangan pembuluh darah, dan serangan jantung koroner.

Bahkan, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology menemukan fakta mengejutkan. Orang dengan golongan darah AB memiliki risiko 82 persen lebih tinggi mengalami masalah memori dan berpikir yang memicu demensia (pikun) di usia tua.

Baca Juga :  Pembayaran UM-PTKIN 2026 Ditutup Hari Ini, Calon Mahasiswa IAIN Kendari Diimbau Tuntaskan Pembayaran

Hal ini dipicu oleh tingginya kadar Faktor VIII, yaitu protein pembekuan darah di tubuh mereka.

4. Golongan Darah O

Golongan darah O dikenal sebagai donor universal, khusus O- (negatif). Berdasarkan data dari American Heart Association (AHA), pemilik golongan darah O memiliki risiko terendah terkena serangan jantung, pembekuan darah di paru-paru, serta memiliki risiko stroke 12 persen lebih rendah.

Mereka juga lebih kebal dari gejala parah COVID-19.

Kabar buruknya, golongan darah O adalah target paling utama bagi Norovirus dan gigitan nyamuk. Mereka juga rentan mengalami tukak lambung dan pendarahan hebat pasca-operasi.

Bagi wanita bergolongan darah O, ada sedikit catatan klinis mengenai kesuburan. Beberapa studi menunjukkan mereka berisiko mengalami kendala kehamilan akibat jumlah dan kualitas sel telur yang cenderung lebih rendah, serta rentan mengalami hipertensi saat hamil. Adm

Sumber : Detik.com

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x