?>
BERITA TERKINIHEADLINE

Diliputi Kabut Asap, Kualitas Udara Kendari Terburuk Kedua se-Sulawesi

×

Diliputi Kabut Asap, Kualitas Udara Kendari Terburuk Kedua se-Sulawesi

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (9/10/2026) sore. Kondisi ini bahkan mengganggu jarak pandang warga.

Di tengah kondisi tersebut, indeks kualitas udara Kendari tercatat mencapai 98 AQI⁺. Angka ini menempatkan Kendari di posisi kedua dengan indeks kualitas udara tertinggi di antara delapan kota di Sulawesi yang dipantau melalui aplikasi AQAir pada pukul 17.00 Wita.

Data aplikasi IQAir yang memantau kualitas udara secara real-time menunjukkan, indeks kualitas udara Kendari berada dalam kategori sedang. Kendari hanya berada satu tingkat di bawah Makassar, Sulawesi Selatan, yang mencatat indeks 117 AQI⁺ atau masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Baca Juga :  Kualitas Udara di Kota Kendari Terbaik Kedua se-Sulawesi Setelah Tomohon

Sementara itu, Parepare mencatat indeks 97 AQI⁺, disusul Palopo 79, Gorontalo 74, Tomohon dan Bitung masing-masing 71, serta Palu 67 AQI⁺. Seluruh kota tersebut masuk kategori sedang, kecuali Makassar.

Kendari sendiri sempat dinobatkan sebagai kota dengan kualitas udara terbaik kedua se-Sulawesi pada periode Agustus lalu. Sayang, tingkat polusi udara di Ibu Kota Sultra mengalami kenaikan tajam pada periode Oktober 2026 dari data aplikasi IQAir.

Baca Juga :  Legiano bonus iskra za tvoje oklade

Selain indeks AQI, konsentrasi partikel halus PM2.5 di Kendari tercatat mencapai 34,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka ini melampaui pedoman harian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 15 µg/m³. PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berisiko memengaruhi kesehatan.

Meski indeks kualitas udara Kendari masih berada dalam kategori sedang, keberadaan kabut asap yang mengganggu jarak pandang menjadi perhatian tersendiri. Kondisi visual di lapangan dan angka indeks kualitas udara merupakan dua indikator berbeda yang sama-sama perlu diperhatikan.

Baca Juga :  Inflasi Kota Kendari Tertinggi se-Sultra, Capai 3,66 Persen per Agustus 2026

Sebagai informasi, indeks AQI⁺ digunakan untuk menunjukkan tingkat kualitas udara. Semakin tinggi angkanya, semakin buruk kualitas udara. Pada kategori sedang, masyarakat umumnya masih dapat beraktivitas seperti biasa, tetapi kelompok sensitif perlu lebih berhati-hati apabila mengalami gejala gangguan pernapasan. Adm

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>