LAJUR.CO, KENDARI — Kelancaran pasokan BBM menjadi salah satu faktor penting bagi aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di kawasan Indonesia Timur. Kondisi tersebut membuat kesiapan infrastruktur penyimpanan dan penyaluran energi mendapat perhatian pemerintah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaiman meninjau langsung Fuel Terminal (FT) Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Sabtu (5/9). Kunjungan tersebut dilakukan bertujuan melihat kesiapan fasilitas sekaligus memastikan operasional distribusi energi berjalan optimal.
Kegiatan dikemas melalui Management Walk Through (MWT). Laode bersama jajaran pemerintah dan manajemen Pertamina mendapat pemaparan mengenai operasional serta penyaluran energi dari FT Bau-Bau, sebelum melanjutkan peninjauan ke sejumlah sarana terminal.
FT Bau-Bau menjadi salah satu titik penting rantai pasok energi di kawasan Indonesia Timur. Terminal tersebut menopang penyaluran BBM dan produk energi lainnya menuju sejumlah wilayah kepulauan serta daerah di sekitarnya.
Posisi geografis Indonesia Timur yang didominasi wilayah kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri bagi distribusi energi. Karena itu, keandalan fasilitas, ketepatan penyaluran, hingga kesiapan personel menjadi faktor penting untuk menjaga pasokan tetap tersedia.
Laode mengapresiasi kesiapan sarana dan fasilitas FT Bau-Bau. Menurut dia, keberadaan terminal tersebut memiliki peran penting bagi pemenuhan kebutuhan energi masyarakat di kawasan Indonesia Timur.
«“Kami melihat sarana dan fasilitas di Fuel Terminal Bau-Bau sudah mendukung kegiatan operasional dan penyaluran dengan baik. Ini merupakan bagian penting dari infrastruktur energi yang mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah Indonesia Timur,” ujar Laode.»
Ia berharap keandalan fasilitas dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan sehingga distribusi energi tetap berlangsung secara berkesinambungan.
“Wilayah Indonesia Timur memiliki tantangan distribusi tersendiri. Karena itu, kesiapan fasilitas dan pengelolaan distribusi seperti yang dilakukan di Bau-Bau perlu terus dipertahankan agar penyaluran energi dapat berlangsung secara berkesinambungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menilai kelancaran distribusi BBM membutuhkan sistem serta fasilitas yang mampu menjamin ketersediaan produk sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
“Penyaluran energi, khususnya BBM, harus didukung oleh sistem dan fasilitas yang mampu memastikan produk tersedia sesuai kebutuhan wilayah. Kami melihat peran FT Bau-Bau cukup strategis untuk mendukung distribusi di kawasan Indonesia Timur,” kata Wahyudi.
Menurut Wahyudi, pengelolaan terminal perlu dijalankan secara tepat, terukur, serta mengikuti ketentuan yang berlaku. Evaluasi berkala diperlukan guna mengantisipasi potensi kendala sebelum berdampak terhadap penyaluran.
“Penguatan koordinasi dan evaluasi secara berkala penting dilakukan untuk memastikan setiap potensi kendala dapat diantisipasi lebih awal. Dengan begitu, pelayanan energi kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik,” ujarnya.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan Pertamina. Peninjauan lapangan sekaligus menjadi kesempatan untuk memastikan kesiapan FT Bau-Bau menjalankan fungsi distribusi energi bagi wilayah Indonesia Timur.
“FT Bau-Bau memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan distribusi energi, khususnya untuk wilayah-wilayah di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, kami terus memastikan sarana dan fasilitas, kesiapan personel, serta proses operasional dikelola secara optimal agar penyaluran dapat berjalan aman, andal, dan sesuai kebutuhan,” ujar Deny.
Pertamina, kata Deny, akan menindaklanjuti arahan serta masukan yang disampaikan pemerintah melalui kegiatan MWT tersebut. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk menjaga performa operasional terminal.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Dukungan dan perhatian dari pemerintah menjadi penguatan bagi kami untuk menjaga keandalan FT Bau-Bau sekaligus meningkatkan kualitas layanan distribusi energi bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur,” tambahnya.
Kunjungan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaiman, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Direktur Pemasaran Corporate Pertamina Alimuddin Baso, serta Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar bersama jajaran manajemen.
Keandalan FT Bau-Bau menjadi salah satu bagian penting dari upaya menjaga kesinambungan pasokan energi ke wilayah kepulauan. Dukungan fasilitas yang memadai, operasional terstandar, serta koordinasi lintas pihak diharapkan mampu menjaga distribusi BBM tetap aman dan lancar.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus memperkuat kesiapan infrastruktur, meningkatkan keandalan operasional, serta melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan kebutuhan energi masyarakat dan pelanggan di kawasan Indonesia Timur tetap terpenuhi. Adm



