ERB 2026 di Sultra Salurkan Uang Rupiah Layak Edar Rp20 Miliar ke Wilayah 3T Wakatobi
LAJUR.CO, KENDARI – Bank Indonesia menyiapkan dana sebesar Rp20 miliar dalam program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk disebar ke wilayah 3T, khususnya Kabupaten Wakatobi.
Ekspedisi tahunan Bank Indonesia berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut tersebut resmi dilepas dari Markas Komando Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari, Selasa (5/5/2026). Perjalanan laut menyisir pulau-pulau terpencil akan berlangsung hingga 11 Mei 2026.
Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto, menegaskan ERB merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan uang rupiah layak edar di seluruh Indonesia.
“Jumlah uang dihitung secara memadai, kita siapkan yang dibutuhkan masyarakat, kegiatan utama ada pembagian sembako juga. Jumlah personel kita akan perhatikan sesuai kapasitas, kita penuhi standar keamanan,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan keberadaan rupiah di seluruh wilayah merupakan simbol kedaulatan negara.
“Jika rupiah tidak hadir di suatu wilayah, maka secara simbolik kedaulatan itu dipertanyakan. Karena itu, kami memastikan masyarakat di wilayah terluar tetap dapat mengakses rupiah yang layak edar,” jelasnya.
Misi utama ERB sendiri mencakup distribusi uang layak edar, penarikan uang tidak layak edar, serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat.
Sasaran wilayah 3T pada program ERB di Sultra mencakup sejumlah titik di Kabupaten Wakatobi, yakni Pulau Wangi-Wangi sebagai pusat aktivitas utama. Lanjut ke Pulau Kaledupa dengan sebaran permukiman pesisir.
Menyusul tujuan berikutnya adalah Pulau Tomia yang menjadi kawasan wisata dan perdagangan lokal, Pulau Binongko yang dikenal sebagai wilayah paling timur Wakatobi. Lalu menyeberang ke Pulau Runduma sebagai salah satu pulau terluar dengan akses paling terbatas.
Kelima wilayah tersebut dipilih karena memiliki keterbatasan akses layanan keuangan dan masih membutuhkan distribusi uang layak edar secara rutin untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 turut membawa misi penting lain yakni meningkatkan literasi masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Program tersebut sejalan dengan capaian indeks Awareness CBP Rupiah wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sultra pada 2025 yang mencapai 84,90 atau masuk kategori baik.
Capaian itu tercatat lebih tinggi dibandingkan indeks nasional sebesar 77,74 dan menjadi yang tertinggi di kawasan Sulawesi, Maluku, serta Papua. Meski demikian, penguatan literasi dinilai masih perlu terus dilakukan agar pemahaman, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap rupiah semakin meningkat, khususnya di Sultra.
Selain layanan penukaran uang dan edukasi rupiah, Bank Indonesia Sultra ikut melaksanakan kegiatan sosial bersama Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Kesehatan serta Puskesmas Wangi-Wangi dan Puskesmas Tomia. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis hingga sunatan massal bagi masyarakat setempat. Adm





