SULTRABERITA.ID, KENDARI – Harga gula di pasar tadisional dan di toko retail modern mengalami perbedaan yang cukup besar. Harga gula di pasar tradisional teryata lebih tinggi retail modern.
Pemerintah pun berjanji harga gula di pasar tradisional dan retail modern sama-sama rendah sesuai HET Rp 12.500 per kilogram (kg).
BACA JUGA:
- Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Kendari Liburkan Siswa TK hingga SMP Mulai Besok
- Rawat Kebersihan Pelabuhan Dawi-Dawi, PT Indo Lautan Energi Salurkan Bantuan CSR Bak Sampah
- Pakai Rompi Merah Muda, Asrun Lio Eks Sekda & Bendahara Setda Sultra Digiring ke Sel Tahanan
- Pengawas SPBU Rabam Buka Suara Soal Penggerebekan 15 Jerigen BBM di Mobil Innova
- Berangsur Normal, Bandara Haluoleo Baru Terima Satu Flight Pengalihan Gegara Kasus Kabut Asap
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, harga gula di pasar tradisional akan turun sesuai HET sebelum hari raya Fitri 1441 Hijriyah.
“Harga gula di pasar tradisional memang lebih tinggi dari retail, di pasar tradisional gula saat ini di jual Rp 14.000 sampai Rp 15. 000. Tapi sebelum Lebaran harga gula kita akan turunkan,” kata Agus melalui video conference, dikutip Minggu (10/5/2020).
Dia menjelaskan tingginya harga gula dikarenakan kendala pasokan karena pergeseran musim giling tebu dari prediksi pemerintah. Selain itu,peralihan gula rafinasi menjadi konsumsi juga terbatas.
Kendati demikian, masuknya gula impor diharapkan dapat menekankan harga jual gula khususnya di pasar tradisional. Untuk itu Agus menginstruksikan jajarannya agar mempercepat proses distribusi gula asal impor ke dalam pasar tradisional.
“Kita upayakan dalam waktu dekat harga gula segera turun,” tegas dia. Adm
Sumber: liputan6.com
Judul: https://m.liputan6.com/ramadan/read/4249310/harga-gula-ditargetkan-turun-ke-rp-12500-per-kg-sebelum-lebaran?medium=Headline__mobile&campaign=Headline_click_2



