SULTRABERITA.ID, KENDARI – Harga gula di pasar tadisional dan di toko retail modern mengalami perbedaan yang cukup besar. Harga gula di pasar tradisional teryata lebih tinggi retail modern.
Pemerintah pun berjanji harga gula di pasar tradisional dan retail modern sama-sama rendah sesuai HET Rp 12.500 per kilogram (kg).
BACA JUGA:
- BWS Sebut Fenomena Banjir Lumpur ‘Coklat’ Kota Kendari Dipicu Hutan di Hulu yang Habis
- BPOM Rilis Daftar Kopi-Kosmetik Berbahaya Picu Kanker-Ginjal Rusak
- Mata Garuda Sultra Gelar Sosialisasi Beasiswa LPDP: Awardee Sharing Tips & Trik Kuliah S2 di Tiongkok
- Warga Lasama Muna Barat Hilang Saat Cari Kerang Laut di Muara Bone Balano
- Kurangi Sampah Plastik, DLH Sultra Imbau Distribusi Daging Kurban Pakai Wadah Ramah Lingkungan
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, harga gula di pasar tradisional akan turun sesuai HET sebelum hari raya Fitri 1441 Hijriyah.
“Harga gula di pasar tradisional memang lebih tinggi dari retail, di pasar tradisional gula saat ini di jual Rp 14.000 sampai Rp 15. 000. Tapi sebelum Lebaran harga gula kita akan turunkan,” kata Agus melalui video conference, dikutip Minggu (10/5/2020).
Dia menjelaskan tingginya harga gula dikarenakan kendala pasokan karena pergeseran musim giling tebu dari prediksi pemerintah. Selain itu,peralihan gula rafinasi menjadi konsumsi juga terbatas.
Kendati demikian, masuknya gula impor diharapkan dapat menekankan harga jual gula khususnya di pasar tradisional. Untuk itu Agus menginstruksikan jajarannya agar mempercepat proses distribusi gula asal impor ke dalam pasar tradisional.
“Kita upayakan dalam waktu dekat harga gula segera turun,” tegas dia. Adm
Sumber: liputan6.com
Judul: https://m.liputan6.com/ramadan/read/4249310/harga-gula-ditargetkan-turun-ke-rp-12500-per-kg-sebelum-lebaran?medium=Headline__mobile&campaign=Headline_click_2





