LAJUR.CO, KENDARI – Harga sejumlah kebutuhan pangan di Pasar Banteng, Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Anduonohu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami kenaikan signifikan. Cabai rawit menjadi salah satu komoditas dengan lonjakan harga tertinggi, mencapai Rp130.000 per kilogram.
Kenaikan harga tak hanya menyasar cabai. Tomat, cabai besar, hingga berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, dan sawi ikut mengalami kenaikan. Kondisi tersebut mulai memengaruhi daya beli masyarakat yang terpaksa mengurangi jumlah belanja harian.
Di tengah lonjakan harga sayuran, harga ikan di Pasar Banteng justru relatif stabil. Sejumlah jenis ikan bahkan mengalami penurunan harga dibandingkan periode sebelumnya.
Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Banteng, Nurfi, mengatakan kenaikan harga berbagai komoditas telah berlangsung hampir sebulan terakhir. Khusus cabai rawit, perubahan harga bahkan terjadi hampir setiap hari.
Saat ini, cabai rawit dijual hingga Rp130.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga komoditas tersebut masih berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
Nurfi mengungkapkan, sehari sebelumnya ia membeli cabai rawit dari Pasar Baruga seharga Rp120.000 per kilogram. Harga tersebut kembali naik ketika ia berbelanja untuk kebutuhan dagangan berikutnya.
“Kadang hari ini kita ambil sekian, besoknya lagi naik. Setiap hari naik,” ujar Nurfi kepada awak Lajur.co, Kamis (8/10/2026).
Kenaikan harga juga terjadi pada tomat. Komoditas ini kini dijual Rp15.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai besar telah mencapai Rp90.000 per kilogram. Sebelumnya, komoditas tersebut masih dijual pada kisaran Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram.
Lonjakan harga turut menyasar sayuran yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kangkung yang sebelumnya dijual dua hingga tiga ikat seharga Rp5.000, kini dibanderol Rp5.000 per ikat.
Harga bayam juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya tiga ikat dijual Rp10.000, kini satu ikat mencapai Rp7.000. Adapun sawi yang biasanya dijual dua ikat seharga Rp5.000, kini naik menjadi Rp6.000 hingga Rp7.000 per ikat.
“Daun-daun ini naik semua harganya,” ungkap Nurfi.
Tak hanya komoditas cabai dan sayuran hijau, harga jeruk nipis ikut melonjak. Jika sebelumnya masih berkisar Rp5.000 hingga Rp7.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp20.000 per kilogram.
Mentimun juga mengalami kenaikan harga. Sebelumnya, pembeli bisa mendapatkan tiga hingga empat buah mentimun seharga Rp10.000. Kini, satu buah dijual Rp7.000.
Kenaikan harga berbagai kebutuhan dapur tersebut mulai dirasakan pedagang melalui perubahan pola belanja konsumen. Meski pembeli masih berdatangan, jumlah barang yang dibeli cenderung berkurang karena harga semakin mahal.
Nurfi menuturkan, sebagian pelanggan kini memilih membeli bahan pangan seperlunya agar tetap bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Agak berkurang, karena masalah harga mungkin biasanya belinya 1 kilo Rp10.000, sekarang Rp20.000. Tapi tidak terlalu ini, karena kebutuhan hari-hari. Jadi beli, tapi seperlunya,” tuturnya.
Nurfi memperkirakan harga sejumlah komoditas masih berpotensi bertahan tinggi hingga akhir Oktober. Perkiraan tersebut, kata dia, diperolehnya dari informasi sesama pedagang.
“Perkiraan sampai akhir Oktober ini, katanya para pedagang di sana,” ungkapnya.
Berbeda dengan sayuran yang mengalami lonjakan harga, komoditas ikan di Pasar Banteng masih relatif stabil. Pedagang ikan, Muhammad Ramadhi Hidayat, mengatakan harga ikan biasanya mengalami kenaikan ketika memasuki periode terang bulan.
Saat ini, ikan baby tuna dijual sekitar Rp45.000 per kilogram. Untuk ukuran lebih besar, harganya berkisar Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Ketika harga naik, tuna bisa mencapai Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram.
“Karena kalau lagi terang bulan, mahal ikan dia, ini sudah kena murah dia,” kata Ramadhi Hidayat.
Sementara itu, harga ikan lajang yang sebelumnya dapat mencapai Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram.
Harga ikan kotombo saat ini berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Dalam kondisi tertentu, harganya bahkan bisa turun hingga Rp35.000 per kilogram.
Harga cumi-cumi juga masih berada di bawah kisaran harga saat terjadi kenaikan. Saat ini, komoditas tersebut dijual sekitar Rp50.000 per kilogram, sedangkan ketika harga meningkat bisa mencapai Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram.
Menurut Ramadhi, tuna dan ikan lajang menjadi dua jenis ikan yang paling banyak dicari pembeli di Pasar Banteng.
“Yang sering dicari itu seperti tuna begini. Biasa juga ikan lajang, itu yang sering dicari,” ujarnya.
Perbedaan pergerakan harga sayuran dan ikan tersebut membuat masyarakat perlu menyesuaikan belanja harian. Ketika harga cabai dan sayuran terus meningkat, sejumlah pilihan ikan masih tersedia dengan harga relatif stabil di Pasar Banteng, Kendari. sIS



