SULTRABERITA.ID, KENDARI – Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebar 1000 lembar masker di setiap pasar di Kota Kendari, Jumat 17 April 2020. Roadshow ke pasar tradisional ini dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr Andi Hasnah SpAn.
BACA JUGA :
- Pemprov Sultra Siapkan Beasiswa PPDS Bedah di UHO
- UHO Resmi Buka PPDS Ilmu Bedah, Siapkan Spesialis Bedah Pesisir untuk Sultra
- Polisi Tangkap Tiga Pengedar Narkoba di Kemaraya, Transaksi Lewat Kios Kecil
- Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok!
- Sosialisasi Safety Riding PT Vale Dibubarkan Aliansi Petani Loeha Raya, Ratusan Siswa di Luwu Timur Mengaku Trauma
Distribusi masker gratis hari itu dilakukan pada enam pasar tradisional di Kota Kendari. Diantaranya adalah Pasar Korem, Pasar Mandonga, Paddys Market, Pasar Andonuhu, Pasar Kota Kendari, Pasar Baruga dan Pasar Wuawua.

Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr Andi Hasnah mengatakan pembagian masker kain gratis merupakan inisiasi Dinkes Sultra guna memaksimalkan sosialisasi penggunaan alat pelindung mulut dari ancaman wabah Corona ke masyarakat luas.
Apalagi setelah melihat pergerakan data positif corona di Kota Kendari yang cenderung meningkat selama sepekan terakhir.
Tahap awal, 1000 masker dibagikan secara cuma-cuma pada masyarakat di setiap pasar-pasar.
Masker yang disebar ini merupakan stok Gugus Tugas Covid -19 Sultra yang merupakan sumbangan dari berbagai lembaga, perusahaan maupun instansi lain pada Pemprov Sultra.
“Kita bagi-bagi masker ke masyarakat. Ada enam pasar tadi yang kita kunjungi. 1000 masker per pasar. Masker kain. Ini dari Dinkes yang bergerak,” jelas mantan Ketua IDI Sultra itu.
Ia mengatakan hingga hari ini, sisa stok masker yang ada di gudang logistik Covid-19 berjumlah 348 ribu lembar.
Meski stok terbilang cukup banyak, Dinkes tak bisa gegabah menghabiskan seluruh persediaan masker. Pasalnya periode penyebaran pandemi Corona di Bumi Anoa belum bisa diprediksi kapan bakal berakhir.
Dinkes Sultra, lanjut Andi Hasnah harus berhemat dan menjamin tidak ada kekosongan stok di gudang logistik selama penanganan wabah Corona ini.
“Yang dibagi sudah 77 ribu masker. Semua 17 kabupaten kota akan disalurkan. Hanya stok ini kan tetap harus diatur penyalurannya karena Dinkes sebagai buffer stock (stok ekstra) mesti menganalisa betul masker yang disalurkan karena pandemi Corona ini belum bisa ditebak kapan berakhir. Stok logistik harus kita pertahankan jangan sampai kosong,” papar Andi Hasnah.
“Semua sesuai permintaan. Covid-19 masih panjang. Distribusi harus betul-betul sesuai kebutuhan, efektif dan efisien,” sambungnya.
Bentuk edukasi dan sosialisasi langsung dibarengi aksi pembagian masker diharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat melawan pandemi Corona dan memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya ini. Adm




