LAJUR.CO, KENDARI – Keluarga besar Wali Kota Kendari Siska Karina Imran kehilangan sosok penting. Sang ibu mertua, Sri Yastin Asrun, menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (15/6/2026) di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Isteri mantan Wali Kota Kendari Ir Asrun itu dikabarkan meninggal dunia usai menjalani perawatan intesif di Makassar.
Kepergian almarhumah menyisakan duka yang begitu dalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Sosoknya selama ini dikenal sebagai figur yang hangat dan berdedikasi. Ia aktif mengabdikan diri di bidang pemerintahan, sosial, adat, serta keagamaan di Kota Kendari. Bagi keluarga dan orang-orang terdekat, kepergiannya terasa begitu cepat dan meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan.
Di tengah masa perawatan almarhumah di rumah sakit, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama suami, Adriatma Dwi Putra sempat menjenguk dan mendampingi almarhumah. Kehadiran tersebut menjadi bentuk doa dan ikhtiar terakhir keluarga.
Jenazah ibunda ADP itu dijadwalkan diberangkatkan dari Makassar menggunakan pesawat Lion Air pada Senin sore ini. Selanjutnya, almarhumah akan dimakamkan pada Selasa (16/6), bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah.
Pemakaman dijadwalkan dilaksanakan di pemakaman keluarga di Rumah Kebun keluarga Dr. Asrun, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe.
Almarhumah menghembuskan napas terakhir pada usia 65 tahun di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, kepada awak Lajur.co.
Sahuriyanto mengatakan, istri dari mantan Wali Kota Kendari dua periode, Dr. Asrun, akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Kabupaten Konawe.
“Dimakamkan di Konawe besok,” ujarnya kepada awak Lajur.co melalui WhatsApp, Senin (15/6).
Semasa hidupnya, Sri Yastin dikenal sebagai sosok yang aktif mengabdikan diri di bidang pemerintahan, sosial, adat, dan keagamaan.
Almarhumah pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari dan Ketua Dekranasda Kota Kendari selama periode 2007–2017. Ia juga berperan dalam berbagai program pemberdayaan keluarga, perempuan, dan pengembangan usaha masyarakat.
Dalam karier birokrasi, ibunda Adriatma Dwi Putra pernah mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari.
Hingga akhir hayatnya, almarhumah masih aktif sebagai Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kota Kendari dan Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Kendari periode 2025–2030. Melalui kedua organisasi tersebut, ia terus berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah serta pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
Kepergian Sri Yastin Asrun menjadi kehilangan besar bagi Kota Kendari. Sosok dan pengabdiannya dalam berbagai bidang akan terus dikenang oleh masyarakat Kota Lulo.
Laporan: Ika Astuti




