LAJUR.CO, JAKARTA – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui Indosat Business meluncurkan Solusi Manajemen Energi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu pelaku usaha memantau konsumsi energi secara real-time, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memenuhi regulasi konservasi energi di Indonesia.
Peluncuran solusi tersebut dilakukan di Jakarta, Kamis (23/7), sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan industri terhadap pengelolaan energi yang lebih efisien. Apalagi, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2023 mewajibkan pengguna energi skala besar menerapkan program konservasi energi secara terstruktur, termasuk pemantauan real-time, sub-metering, hingga pelaporan berkala.
Di sisi lain, konsumsi energi nasional terus meningkat. Pada 2024, konsumsi energi final Indonesia mencapai 1,276 miliar Setara Barel Minyak (SBM), tertinggi dalam satu dekade. Sektor industri menjadi pengguna terbesar dengan kontribusi 45,94 persen dari total konsumsi nasional, sementara kebutuhan listrik tumbuh lebih dari 5 persen setiap tahun.
Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Perencanaan Strategis, Jisman P. Hutajulu, mengatakan konservasi energi kini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan dunia usaha.
“PP Nomor 33 Tahun 2023 dirancang untuk mendorong pengguna energi skala besar melakukan pemantauan dan pelaporan secara real-time. Solusi yang diluncurkan Indosat Business menunjukkan bagaimana sektor swasta mampu menerjemahkan tuntutan regulasi menjadi solusi praktis yang dapat langsung digunakan pelaku usaha,” kata Jisman.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membantu perusahaan memenuhi aspek kepatuhan regulasi sekaligus target keberlanjutan.
Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah, mengatakan energi kini telah menjadi faktor strategis yang berpengaruh langsung terhadap profitabilitas dan daya saing perusahaan.
“Energi kini telah berkembang dari sekadar biaya operasional menjadi variabel bisnis strategis yang berdampak langsung pada profitabilitas, keandalan, dan daya saing. Kami tidak sekadar memberikan alat pemantau, tetapi bekerja sama dengan pelanggan untuk menyelesaikan tantangan bisnis yang nyata melalui pemanfaatan jaringan, data, dan AI,” ujarnya.
Danny menjelaskan, Indosat memiliki posisi yang unik karena mampu mengintegrasikan jaringan telekomunikasi, platform digital, dan layanan terkelola (managed service) dalam satu ekosistem. Model tersebut memungkinkan perusahaan memperoleh pemantauan energi secara terpusat tanpa harus menggunakan banyak vendor.
Solusi Manajemen Energi Indosat Business memanfaatkan integrasi AI dan Internet of Things (IoT) untuk menganalisis data operasional secara berkelanjutan. Sistem tersebut mampu mendeteksi anomali, memberikan peringatan dini, serta merekomendasikan langkah optimasi sehingga perusahaan dapat beralih dari pemeliharaan reaktif menjadi operasional yang lebih prediktif.
Layanan ini juga dirancang sebagai end-to-end managed service yang menggabungkan sensor IoT, konektivitas yang aman, platform terpusat, serta analitik dalam satu dasbor.
Adapun fitur yang ditawarkan mencakup pemantauan konsumsi listrik, pemantauan genset dan transformator, sistem pemantauan baterai, sistem penerangan jalan umum pintar, hingga pemantauan penggunaan air dan gas.
Melalui solusi tersebut, perusahaan diharapkan mampu menekan biaya utilitas, mengoptimalkan penggunaan aset, meminimalkan downtime, sekaligus mempermudah pelaporan konservasi energi dan pencapaian target Environmental, Social, and Governance (ESG).
Peluncuran Solusi Manajemen Energi ini menjadi bagian dari strategi Indosat Business dalam memperluas pemanfaatan teknologi AI bagi sektor industri dan memperkuat transformasi digital di Indonesia. Adm



