SULTRABERITA.ID, KENDARI – Juru Bicara Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal membenarkan kabar satu pasien suspect Corona yang kabur dari RS Bahteramas.
Dalam keterangan pers disampaikan, Senin 27 April 2020, Ketua IDI Sultra itu mengatakan pria berusia 35 tahun yang diberitakan lari dari ruang perawatan rumah sakit terdata sebagai warga Kabupaten Konawe Utara.
BACA JUGA:
- ‘Riweh’ Distribusi Beras Banjir di Kendari, Karung Bulog 50 Kg Dibongkar Demi Jatah 2,1 Kg per Orang
- Harga Sayur di Kendari Bikin Menjerit Imbas Banjir Konda, Pedagang Terpaksa Jual Sayur Buangan
- Wali Kota Siska Terima 300 Paket Sembako dari Bank Sultra untuk Warga Terdampak Banjir
- ASN Wajib Jalankan 10 Program Direktif Prabowo Tanpa Kritik, Wagub Sultra: “Laksanakan! Itu Perintah”
- Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Angkutan Udara, Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik
“Kami mengklarifikasi berita adanya pria yang lari diam-diam. Kami tegaskan benar ada laki-laki 35 tahun warga Konut masuk ke RS Bahteramas 26 April 2020,” ujar Dokter Wayong sapaan akrab.
Pasien tersebut, lanjut Dokter Wayong dirawat lantaran mengalami cidera genitalia akibat kecekalaan kerja.
Meski masuk bukan dengan riwayat gejala terpapar virus, pihak rumah sakit melakukan prosedur rapid test pada pasien bersangkutan.
Hasil deteksi cepat virus corona, si pasien dinyatakan reaktif atau positif Corona. Tak pelak, dokter pun mengharuskan pasien menjalani uji swab tenggorok untuk memastikan keberadaan virus mematikan tersebut.
Sayang, agenda pengujian dengan cara Polymerase Chain Reaction dijadwal esok hari (Senin 27 April 2020) urung terlaksana lantaran si pasien mendadak kabur dari rumah sakit.
“Rapid test hasilnya positif makanya dijadwalkan pemeriksaan Swab Tenggorok. Esok hari, (pasien,red) tidak ada di ruang perawatan,” ujar Dokter Wayong.
Belum diketahui alasan pasien suspect Corona tersebut kabur dari rumah sakit. Yang jelas, kata dokter Wayong, pihak aparat kini tengah melakukan pencarian terhadap pasien suspect Covid-19.
“Sampai saat ini dilakukan pencarian dengan melibatkan unsur terkait,” pungkas Dokter Wayong. Adm





