SULTRABERITA.ID, KENDARI – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Selasa (21/4). Pergerakan indeks sahamdipengaruhi jatuhnya harga minyakdunia.
Harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) minus US$37,63 per barel. Ini merupakan level harga terendah dalam sejarah NYMEX membuka perdagangan pada 1985 silam.
BACA JUGA:

- Fitur Uji Coba WhatsApp: Bisa Chat dengan User yang Tak Pakai WA
- Kota Kendari yang Pertama di Sultra Salurkan Bantuan Pangan 2026, 27 Ribu KK Keciprat Beras dan Minyak
- Lindungi Siswa dari Dampak Digital, SMPN 10 Kendari Dukung Pembatasan Media Sosial
- H-3 Lebaran, Harga Telur di Pasar Lawa Muna Barat Tembus Rp80 Ribu per Rak
- Lebaran 2026 Hari Apa? Cek Prediksi BRIN-BMKG dan Jadwal Muhammadiyah
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan fluktuasi harga minyak dunia berimbas pada harga komoditas, yang ujung-ujungnya menekan kinerja indeks saham.
“Kami perkirakan IHSG melemah. Anjloknya harga minyak sangat berpengaruh bagi negara penghasil komoditas seperti Indonesia,” ujarnya, dikutip dari risetnya pada Selasa, (21/4).
Ia memprediksikan IHSG bergerak dalam rentang support 4.511-4.544 dan resistance 4.639-4.701.
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi indeks bergerak negatif dibebani sentimen global, sehingga koreksi wajar dapat dimanfaatkan untuk belanja saham jangka panjang.
“IHSG saat ini terlihat bergerak melemah,” kata William.
Ia memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 4.302 dan resistance 4.718.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street ditutup kompak loyo. Indeks Dow Jones jeblok 2,44 persen ke level 23.650, S&P 500 terjun 1,79 persen ke level 2.823, dan Nasdaq Composite turun 1,03 persen menjadi 8.560. Adm
Sumber: cnnindonesia.com
Judul: https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20200421063032-92-495469/kejatuhan-harga-minyak-bebani-pergerakan-ihsg





