
SULTRABERITA.ID, KENDARI – Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas mendadak dicopot dari jabatannya, Rabu 8 April 2020 ditengah polemik wabah Corona di Sulawesi Tenggara.
Adalah dr Hasmuddin dokter ahli bedah yang juga mantan Direktur RSU Kota Bau Bau didaulat memimpin RSUD Bahteramas kini.
Pelantikan berlangsung di Aula BPKAD Pemprov Sultra oleh Asisten II Setprov Sultra sekitar pukul 14.00 Wita.

Ironis, pergantian leader rumah sakit plat merah Sultra itu berlangsung saat dr Sjarif tengah melakukan tatap muka dengan awak media dalam rangka pembuatan video testimoni pasien positif Corona di RSUD Bahteramas.
Turut hadir dalam proses shooting testimoni pasien Corona RS Bahteramas tersebut adalah Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal, Plt Kadis Kominfo Sultra, Syaifullah, dokter spesialis paru RSUD Bahteramas dan warga Kota Kendari, F pasien positif Corona yang kini dinyatakan sembuh dari wabah berbahaya tersebut.
Video ini sendiri dibuat dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang wabah Corona. Tidak menganggap penderita virus sebagai aib dan mengajak masyarakat meningkatkan pola hidup bersih serta patuh terhadap imbauan pemerintah terkait kebijakan social dan physical distancing guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
BACA JUGA :
- Pemerintah Tetapkan Kebijakan WFH 1 Hari Tiap Jumat, Kecuali Sektor Ini
- Layani 2.700 Penerima Manfaat, Kapolda Pastikan SPPG Kendari Penuhi Standar
- Pariwisata Wakatobi Lesu Saat Lebaran 2026: Pelaku Wisata Selam Nihil Pengunjung
- Basarnas Kendari Tangani 3 Kejadian Darurat Selama Siaga SAR Lebaran 2026
- Polresta Kendari Resmi Punya SPPG, Muna Barat dan Konawe Segera Menyusul
Ditengah proses pengambilan video testimoni, tersiar kabar jika Plt Dirut RSUD Bahteramas, dr Sjarif mendadak diganti dan pelantikan tengah berlangsung di Kantor BPKAD Sultra.
Pasien F merupakan pasien perempuan pertama dinyatakan positif Corona di Sulawesi Tenggara pasca pulang menunaikan ibadah umroh.
Ia mengaku salud dengan penanganan tim dokter di RSUD Bahteramas di ruang isolasi yang begitu sigap membantu dirinya. Meski sempat mengalami gawat, R akhirnya bisa sembuh dari paparan virus mematikan setelah mengikuti treatment medis oleh tim dokter.
Wanita berhijab ini pun menyatakan siap membantu pemerintah memotivasi para pasien termasuk masyarakat agar tetap waspada dan bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Adm





