LAJUR.CO, KENDARI – Oknum TNI AD terduga pelaku pencabulan terhadap seorang anak di Ranomeeto, Konawe Selatan (Konsel), hingga kini belum diumumkan secara resmi sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Padahal, terduga pelaku berinisial Sertu MB dikabarkan telah melarikan diri saat menjalani pemeriksaan pada Rabu (15/4/2026). Sertu MB sempat memenuhi panggilan pemeriksaan di Kodim 1417/Kendari sebelum akhirnya kabur di tengah proses pemeriksaan.
Sertu MB yang diketahui bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kecamatan Poasia, Kota Kendari itu melarikan diri dengan dalih izin untuk pergi makan malam.
Kasus tersebut sebelumnya telah dilaporkan pihak keluarga korban ke Markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari dan Kodim 1417/Kendari.
Namun hingga kini, belum terlihat adanya pengumuman resmi berupa flyer maupun publikasi terbuka terkait status DPO Sertu MB baik di akun resmi Denpom Kendari maupun Kodim 1417 Kendari.
Kuasa hukum korban, Andre Darmawan, membenarkan belum adanya pengumuman resmi tersebut.
“Iya (belum ada),” singkat Andre Darmawan, Kamis (7/5/2026).
Sebelumnya, Andre juga mengaku belum menerima penjelasan resmi dari pihak Kodim 1417/Kendari terkait kendala pencarian terhadap terduga pelaku yang hingga kini belum berhasil ditangkap.
“Belum ada (konfirmasi),” ujarnya, Senin (4/5).
Sementara itu, kondisi korban disebut masih mengalami trauma berat pascakejadian tersebut. Korban saat ini masih menjalani pendampingan psikolog secara bertahap guna membantu proses pemulihan mental.
“Korban masih mengalami trauma berat. Sejauh ini sudah beberapa kali dilakukan pendampingan dengan psikolog, dan besok rencananya akan konsultasi lagi,” ujar Andre.
Pihak kuasa hukum korban pun terus mendesak aparat agar segera menangkap terduga pelaku sehingga proses hukum dapat berjalan maksimal.
Andre menyebut, pihaknya akan menempuh langkah lanjutan apabila terduga pelaku tak kunjung ditangkap, termasuk menyurati Presiden Republik Indonesia untuk meminta perhatian khusus terhadap penanganan perkara tersebut.
“Kami akan menyurat ke Presiden agar dapat mengerahkan segala upaya untuk menangkap pelaku,” tegasnya. Red





