LAJUR.CO, KENDARI — Prof Takdir Saili kembali bertarung dalam pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat UHO itu resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor pada Rabu (20/5/2026).
Prof Takdir bukan sosok baru dalam kontestasi Pilrektor UHO. Pada pemilihan rektor sebelumnya, ia turut bersaing dan sempat menjadi salah satu kandidat unggulan. Saat itu, Prof Takdir berhasil lolos hingga tahap tiga besar di senat dan meraih 30 suara pada pemilihan akhir. Ia anya terpaut satu suara dari Rektor UHO terpilih almarhum Prof Armid untuk periode 2025-2029.
Kembalinya Prof Takdir dalam bursa Pilrektor UHO 2026-2030 kembali menarik perhatian sivitas akademika. Selain memiliki pengalaman panjang di lingkungan kampus, ia dinilai sebagai salah satu figur kuat dalam perebutan kursi pimpinan UHO.
Saat diwawancarai awak media, Prof Takdir memaparkan rekam jejak kepemimpinannya selama berkarier di Kampus Hijau. Ia pernah menjabat sebagai kepala laboratorium, kepala jurusan, ketua senat universitas, direktur pascasarjana, hingga wakil rektor.
Mantan Dekan Fakultas Peternakan UH itu mengatakan seluruh pengalaman jabatan yang diembannya menjadi bekal dalam membangun universitas ke depan.
“Masalah lain yang ada di dalam pikiran saya, yakni untuk mengembangkan institusi ini. Itu akan saya sampaikan secara resmi pada pemaparan visi dan misi saya tanggal 29 Juni nanti, insyaallah,” katanya.
Prof Takdir juga menegaskan komitmennya untuk memenangkan pertarungan Pilrektor UHO periode 2026-2030.
“Harapannya sih harus menang,” ujarnya singkat.
Selain itu, ia berharap proses pemilihan rektor dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menjaga suasana kekeluargaan di lingkungan sivitas akademika UHO.
Menurut dia, seluruh kandidat yang maju dalam Pilrektor UHO memiliki tujuan yang sama, yakni membawa universitas menjadi lebih baik.
“Semua kandidat adalah putra-putra terbaik kampus ini. Setelah pemilihan selesai, kita tetap harus bersama-sama membangun dan meningkatkan universitas,” tuturnya.
Laporan: Ika Astuti





