BERITA TERKINIEKOBISHEADLINEMETRO

Pasar Baruga Macet Jelang ‘Lockdown’ Lokal, Sayur Diobral Murah

×

Pasar Baruga Macet Jelang ‘Lockdown’ Lokal, Sayur Diobral Murah

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Aktifitas di pasar-pasar mendadak sangat ramai menyusul kebijakan ‘lockdown’ lokal diteken Wali Kota Kendari, Sulkarnain selama tiga hari kedepan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

BACA JUGA :

Baca Juga :  Catat, Ini Batasan Biaya PTSL yang Boleh Diminta Pemdes ke Masyarakat

Bahkan, saking banyaknya warga berburu bahan makanan, arus jalan di pasar kota menjadi macet.

Kondisi ini terlihat jelas di pasar tradisional Baruga.

Pantauan Sultraberita.id, Kamis 9 April 2020, sore hari, jalanan menuju pasar terbesar di Kendari itu mengalami macet parah lantaran padatnya jumlah kendaraan yang masuk ke pasar tersebut.

Kondisi ini jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Kendari aktifitas jual beli di pasar itu selalu ramai, kemacetan jarang terjadi. Kecuali jelang hari raya atau pada musim ramadan.

Baca Juga :  Bappeda Sultra: University of Rhode Island Kiblat Pengembangan Potensi Perikanan Buton Hingga Perpustakaan Modern Sultra

Banyak warga berbondong berbelanja kebutuhan bahan pokok dan sayur mayur sebagai stok dalam masa pembatasan aktifitas luar rumah menyusul wabah Corona yang telah diumumkan Pemkot Kendari hari ini.

“Iye kita belanja memang soalnya besok sudah dilarang mi keluar-keluar,” ujar salah satu ibu rumah tangga yang tengah berbelanja sayur di Pasar Baruga.

Sementara itu, sejumlah pedagang memilih menjual murah beberapa produk sayur dagangannya. Mereka khawatir sayur jualannya busuk karena kebijakan ‘lockdown’ lokal selama tiga hari berturut.

Baca Juga :  Aplikasi e-PKK Bernama Siagypra PKK Sultra Resmi Diluncurkan

Sayur bayam misalkan diobral menjadi Rp 1.250 per ikat. Tomat dibadrol Rp 10 ribu per kilogram. Sayur terong biasanya dijual Rp 15 ribu- Rp10 ribu per kilogram kini dipatok Rp 5 ribu per kilogram.

“Dari pada busuk. Kita jual murah memang. Besok kan tidak bisa mi kita kemana-mana. Tidak ada yang mau belanja,” ungkap salah seorang pedagang sayur. Adm











0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x