LAJUR.CO, KENDARI – Rangkaian kegiatan Forum United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kota Kendari tidak hanya menghadirkan agenda internasional, tetapi juga diisi dengan pasar pangan murah bagi masyarakat yang berlangsung di Pantai Nambo, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Kendari sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pangan dan pengendalian inflasi daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan pasar pangan murah di Pantai Nambo melibatkan sekitar 15 distributor pangan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras SPHP, gula, minyak goreng, telur, bawang, hingga komoditas lainnya.
Selain itu, pemerintah juga membagikan sekitar seribu voucher khusus bagi masyarakat di kawasan Nambo. Program tersebut mendapat dukungan dari Bank Sultra agar warga dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih murah.
Menurutnya, pemberian voucher diprioritaskan bagi masyarakat pesisir di wilayah Nambo agar manfaat kegiatan dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.
“Jadi masyarakat yang memiliki voucher bisa menukarkannya saat membeli kebutuhan pokok. Nanti Bank Sultra yang menggantikan pembayaran ke distributor,” katanya.
Tak hanya pasar pangan murah, kegiatan di Pantai Nambo juga dirangkaikan dengan lomba masakan non-beras yang diikuti Tim Penggerak PKK dari 11 kecamatan di Kota Kendari.
Lomba tersebut bertujuan mendorong masyarakat kembali mencintai pangan lokal khas daerah, seperti sinonggi, kasoami, kabuto, dan sikato, sekaligus menghadirkan inovasi dalam pengolahan makanan tradisional.
“Kita ingin masyarakat kembali mencintai pangan lokal yang ada di Kota Kendari,” ujarnya.
Lomba pangan lokal itu turut mendapat dukungan dari Bank Indonesia dengan total hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang, yakni juara I sebesar Rp4 juta, juara II Rp3 juta, dan juara III Rp2 juta.
Penilaian lomba melibatkan tim ahli gizi untuk melihat inovasi serta kandungan gizi dari makanan yang ditampilkan para peserta.
Laporan : Ika Astuti





