LAJUR.CO, KENDARI – Warga lokal Tomia yang membawa seorang turis asal Prancis untuk menyelam di sekitar Pulau Lorens, Kabupaten Wakatobi, diduga diusir oleh pihak Wakatobi Dive Resort. Dugaan tersebut mencuat setelah video kejadian itu beredar luas di media sosial.
Peristiwa yang terekam dalam video berdurasi 35 detik itu diunggah akun TikTok The_Siam_Odyssey beberapa hari lalu. Dalam video itu, terlihat sebuah kapal mendatangi perahu yang ditumpangi warga lokal bersama turis Prancis saat berada di sekitar lokasi penyelaman.
Wisatawan kemudian merekam situasi yang terjadi sambil menjelaskan kronologi kejadian dalam bahasa Prancis. Ia menyebut kapal yang mendatangi mereka berasal dari Wakatobi Dive Resort yang berada di kawasan Pulau Onemobaa atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pulau Lorens.
Menurut pengakuannya, pihak resort meminta mereka meninggalkan lokasi dan tidak melakukan aktivitas penyelaman di sekitar kawasan tersebut.
“Guys, ada resort mewah bernama Wakatobi Dive Resort yang datang buat rusuh di spot diving dan melarang warga lokal pergi menyelam. Serius deh, aku nggak paham,” ujar wisatawan asal Prancis tersebut dalam video.
Ia mengaku heran dengan tindakan yang diterimanya bersama operator perahu lokal. Ketegangan pun sempat terjadi di lokasi kejadian. Warga lokal yang membawa turis Prancis tampak terlibat adu mulut dengan pihak Wakatobi Dive Resort terkait aktivitas penyelaman di kawasan tersebut.
“Coba lihat, mereka bahkan punya dua kapal untuk datang mengganggu kami. Mereka merapat atau naik ke kapal kami tanpa izin. Mereka semena-mena ke warga lokal. Pemerintah Wakatobi ayo bergerak!” lanjutnya.
Hingga kini belum diketahui secara pasti alasan pihak resort meminta mereka meninggalkan lokasi tersebut.
Wakatobi Dive Resort sendiri merupakan salah satu resort wisata selam yang telah lama beroperasi di Pulau Onemobaa yang merupakan bagian dari gugusan Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi.
Berdasarkan berbagai informasi publik, resort mewah itu didirikan dan dikembangkan sebagai usaha wisata selam kelas internasional di kawasan tersebut sejak akhir 1990-an dengan fokus pada ekowisata dan konservasi laut.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Wakatobi Dive Resort dikelola oleh pendirinya, Lorenz Mäder, seorang warga negara Swiss yang dikenal sebagai pengembang konsep wisata selam berbasis konservasi di kawasan tersebut.
Resort eksklusif itu memiliki akses langsung ke sejumlah titik selam di sekitar kawasan Taman Nasional Wakatobi. Belakangan, nama Pulau Onemobaa lebih dikenal dengan sebutan Pulau Lorens yang merujuk pada nama pendiri Wakatobi Dive Resort tersebut.
Dalam pengelolaannya, Wakatobi Dive Resort kerap dikaitkan dengan program konservasi laut dan kerja sama dengan masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem terumbu karang di perairan Wakatobi yang merupakan bagian dari Segitiga Terumbu Karang dunia.
Namun, terkait peristiwa yang viral di media sosial ini, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pengelola resort maupun otoritas terkait mengenai kronologi kejadian dan alasan pelarangan aktivitas penyelaman yang disebutkan oleh wisatawan asal Prancis tersebut.
Kejadian dalam video tersebut pun menjadi perhatian warganet dan menuai beragam tanggapan di media sosial. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan dasar pelarangan yang disebut dilakukan terhadap wisatawan dan operator perahu lokal tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Lajur.co masih berupaya mengonfirmasi peristiwa tersebut kepada Balai Taman Nasional Wakatobi maupun pihak Wakatobi Dive Resort. Red




