BERITA TERKINIHEADLINEHUKRIMPERISTIWA

Polisi Hadang Jurnalis Liput Rekonstruksi Kasus Mahasiswa UHO yang Tewas Tertembak

×

Polisi Hadang Jurnalis Liput Rekonstruksi Kasus Mahasiswa UHO yang Tewas Tertembak

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Hari ini, Polda Sultra menggelar rekonstruksi atas kasus tewasnya dua mahasiswa UHO saat aksi unjuk rasa 26 September lalu.

BACA JUGA :

Sayang, gelar perkara melibatkan tersangka dari oknum aparat kepolisian itu dilakukan secara tertutup. Sejumlah jurnalis dilarang meliput rekonstruksi kasus penembakan mahasiswa Randi-Yusuf yang meregang nyawa terkena timah panas senjata oknum polisi.

Baca Juga :  Pengrajin Tenun Antusias Sambut Event HIPMI Support Produk Lokal
Oknum aparat polisi mencoba menghalau wartawan yang akan meliput proses rekonstruksi kasus tewasnya mahasiswa UHO Randi-Yusuf. Foto : Istimewa

Salah satu jurnalis MNC TV, Rahmat Buhari, membenarkan aksi hadang dilakukan oknum polisi yang berjaga di sekitar lokasi reka ulang kasus di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tenggara (Disnakertrans Sultra) Jalan Abdulah Silondae Kota Kendari.

Jurnalis yang juga Koordinator Advokasi IJTI (Ikatan jurnalis Televisi Indonesia) Kendari itu mengatakan kejadian tersebut berlangsung sekira pukul 15.45 Wita.

Baca Juga :  4 PTN yang Jalur Mandirinya Tanpa Uang Pangkal, Mana Saja?

Kala itu, sejumlah jurnalis, Algazali, kontributor SCTV-Indosiar, Wiwid Abid Abadi, jurnalis kumparan.com serta Hasrul Tamrin wartawan sultrakini.com, mendatangi lokasi rekonstruksi kasus penembakan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO).

Saat melakukan peliputan, kata Wiwin, Algazali Kontributor SCTV – Indosiar yang berada di depan gerbang Disnakertrans Sultra dihalau salah seorang oknum polisi yang berpakaian sipil. Ia mendatangi awak media yang tengah merekam gambar sambil memberi kode larangan.

“Tidak lama kemudian, datang Asdar Zuula (Ketua IJTI Sultra-iNews Kendari) bersama Erdika Mukdir (tvone), tiba di lokasi rekonstruksi. Saat Asdar meliput mengambil gambar adegan reka ulang penembakan, seorang oknum polisi berpakaian sipil datang melarang agar tidak mengambil gambar video. Dengan kalimat kurang lebih ‘jangan dulu ambil gambar, biarkan kami bekerja dulu’,” urai Wiwin panjang lebar mengutip kalimat dilontarkan polisi yang berjaga .

Baca Juga :  Identitas Jasad Pria Tewas Tergeletak di Pantai Kayu Angin

Setelah itu, lanjutnya sejumlah jurnalis mundur dan mencoba mengambil gambar dari jarak jauh di seberang jalan depan Kantor Disnakertrans Sultra. Tidak lama kemudian, puluhan polisi meninggalkan lokasi rekonstruksi. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x