?>
BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

PT Vale Ikut Urunan Program Gotong Royong Bedah Rumah yang Diluncurkan Kejati Sultra

×

PT Vale Ikut Urunan Program Gotong Royong Bedah Rumah yang Diluncurkan Kejati Sultra

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra meluncurkan Program Gotong Royong Bedah Rumah di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Rabu (30/9/2026). Program yang diinisiasi lembaga Adhyaksa tersebut bertujuan membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan hunian yang lebih layak.

Peluncuran dihadiri Kajati Sultra Sugeng Riyanta, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, serta sejumlah perusahaan yang berkiprah di Sultra.

Salah satunya PT Vale Indonesia Tbk yang merupakan bagian dari MIND ID (INCO). Perusahaan tersebut ikut mengambil bagian melalui dukungan pembiayaan program. Saat peluncuran, PT Vale diwakili Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma.

PT Vale diketahui telah melakukan ekspansi di Sultra melalui pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka. Proyek tersebut mencakup pembangunan fasilitas pengolahan nikel berteknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) yang dimulai dengan peletakan batu pertama pada 27 November 2022.

Dukungan pendanaan juga diberikan PT Ceria Nugraha Indotama. Keterlibatan kedua perusahaan menjadi bagian dari gotong royong dunia usaha dalam mendukung program bedah rumah Kejati Sultra.

Baca Juga :  Выбор стратегии для ставок на спорт в Мостбет

Program tersebut melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat. Peluncurannya ditandai peletakan batu pertama serta penyerahan bantuan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) secara simbolis. Sebanyak 15 unit rumah menjadi bagian dari tahap awal program.

Kajati Sultra Sugeng Riyanta mengatakan penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, bantuan BSPS sebesar Rp20 juta belum tentu mencukupi untuk memperbaiki rumah dengan kerusakan berat.

“Kalau dari bantuan BSPS itu kan hanya Rp20 juta. Kalau rumah seperti ini, misalnya, nggak jadi. Nggak sesuai dengan tujuan. Tapi maklum karena anggarannya terbatas,” kata Sugeng.

Karena itu, Kejati Sultra mendorong pembiayaan secara gotong royong. Sugeng juga mengajak perusahaan yang beroperasi di Sultra ikut berkontribusi.

“Sultra kan luar biasa, perusahaannya gede-gede, SDA-nya kaya. Ini kita bangkitkan untuk semangat bersama membangun Sultra dengan bersama-sama program Gotong Royong Bedah Rumah,” ujar Sugeng.

Ia juga mengajak masyarakat ikut ambil bagian dalam gerakan tersebut, tanpa melihat besar kecilnya nominal sumbangan.

Baca Juga :  Różnorodne nagrody w promocjach Mostbet zwiększają emocje w grze

“Siapapun kami undang untuk bergotong royong, Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp1 ribu, berapapun. Yang penting kita niati ini sebagai bakti kita, ibadah kita dan gotong royong kita untuk sesama,” tuturnya.

Program tersebut turut mendapat dukungan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka. Ia menyebut gerakan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kejati Sultra, Persatuan Tunas Muda Adhyaksa, Baznas, REI, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Mantan Pangdam itu spontan menyumbang Rp250 juta demi menyukseskan program nasional tersbeut.

Ketua Baznas Sultra Punardin mengatakan dana yang terkumpul telah melampaui target awal. Program yang semula ditargetkan menyasar 200 rumah kini berpotensi menjangkau lebih banyak penerima.

“Tadi ini kan masuk lagi Rp400 juta. Itu kalau kita bagi kurang lebih 13 unit lagi,” ujar Punardin.

Dana yang dihimpun disebut mendekati Rp10 miliar. Dengan kebutuhan sekitar Rp30 juta per rumah, jumlah tersebut diperkirakan dapat membantu hingga sekitar 305 unit rumah.

Salah satu penerima manfaat ialah Abd. Rahman Yongi, warga Kelurahan Mokoau yang tercatat sebagai Ketua RT 9.

Baca Juga :  1win скачать: Советы по оптимизации приложений для ставок

Rumah seluas 47,36 meter persegi itu mengalami kerusakan cukup berat. Sejumlah bagian konstruksi tidak tersedia. Rangka atap sebagian juga sudah lapuk, sedangkan tembok mengalami retak dan tidak kedap air.

Rahman mendapat alokasi Rp50 juta untuk pembangunan kembali rumahnya. Pengerjaan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.

Rahman mengaku tidak lagi mampu bekerja karena kondisi kesehatannya. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan bantuan beras dari kelurahan.

“Kalau sekarang tidak ada, karena dalam kondisi sakit seperti ini saya tidak bisa kerja. Untung saja ada bantuan dari kelurahan, itu yang kita makan,” kata Rahman.

Ia mengaku awalnya tidak mengetahui rumahnya akan mendapat bantuan. Tim kemudian datang melakukan pendataan dan melihat langsung kondisi rumahnya.

“Ada tim datang tanya-tanya, bilang tanya nama saya, saya bilang iya. Kebetulan mereka bilang foto-foto rumah itu. Sudah bilang ini Bapak ini layak dapat bantuan, saya bilang ya Alhamdulillah,” tuturnya. Adm

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>