LAJUR.CO, JAKARTA – Penjualan bijih nikel PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dari Blok Pomalaa, Sulawesi Tenggara (Sultra), melonjak 165 persen pada triwulan III 2026. Volume penjualan mencapai 1,31 juta wet metric tons (wmt), meningkat tajam dibandingkan triwulan II 2026 yang tercatat sebanyak 495.601 wmt.
Lonjakan tersebut memperkuat kontribusi Blok Pomalaa terhadap kinerja bisnis PT Vale di tengah peningkatan aktivitas penjualan bijih nikel. Capaian ini sekaligus menandai semakin besarnya peran wilayah operasional Pomalaa dalam menopang portofolio produksi dan pendapatan perusahaan.
PT Vale mengumumkan hasil produksi dan kinerja keuangan triwulan III 2026, Kamis (29/10/2026). Dalam laporan PT Vale Indonesia diterima Lajur.co, Jumat (30/10/2026), penjualan bijih nikel dari Blok Pomalaa tercatat sebanyak 1.314.358 wmt, naik hampir tiga kali lipat dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya.
Secara kumulatif, penjualan bijih nikel dari Blok Pomalaa sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 1.898.943 wmt. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 278.745 wmt.
Sementara itu, Blok Bahodopi mencatat penjualan bijih nikel sebanyak 415.000 wmt pada triwulan III 2026. Meski lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 1.074.665 wmt, total penjualan Bahodopi sepanjang sembilan bulan pertama 2026 telah mencapai 2.375.759 wmt.
Secara keseluruhan, penjualan bijih nikel dari Blok Pomalaa dan Bahodopi mencapai sekitar 1,73 juta wmt selama triwulan III 2026. Pencapaian tersebut mencerminkan peningkatan skala operasional sekaligus memperluas sumber pendapatan PT Vale.
Selain penjualan bijih nikel, perusahaan mencatat peningkatan produksi nikel dalam matte. Pada triwulan III 2026, produksinya mencapai 18.341 metrik ton, menjadi capaian produksi triwulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan produksi triwulan II 2026 sebesar 16.153 ton. Dengan demikian, total produksi nikel dalam matte selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 48.114 ton.
Peningkatan produksi ditopang oleh membaiknya ketersediaan peralatan serta stabilitas operasional pabrik setelah perusahaan menyelesaikan kegiatan pemeliharaan besar pada awal tahun.
Dari sisi penjualan, pengiriman nikel matte meningkat menjadi 20.158 ton pada triwulan III 2026, dibandingkan 13.932 ton pada triwulan sebelumnya. Namun, rata-rata harga realisasi nikel matte mengalami penurunan dari AS$14.765 menjadi AS$14.053 per ton.
Kendati menghadapi tekanan harga nikel, PT Vale tetap membukukan pertumbuhan pendapatan. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar AS$353 juta pada triwulan III 2026, naik dari AS$290 juta pada triwulan sebelumnya.
Secara kumulatif, pendapatan PT Vale hingga September 2026 mencapai AS$896 juta atau tumbuh 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja positif turut tercermin dari perolehan EBITDA sebesar AS$101 juta selama triwulan III 2026. Sementara itu, EBITDA kumulatif sembilan bulan pertama mencapai AS$297 juta, meningkat dibandingkan AS$166 juta pada periode yang sama tahun 2025.
PT Vale juga membukukan laba bersih sebesar AS$43 juta pada triwulan III 2026. Dengan tambahan tersebut, total laba bersih sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai AS$147 juta. Capaian ini hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar AS$52 juta.
Di tengah peningkatan aktivitas produksi dan penjualan, perusahaan tetap menjalankan pengendalian biaya operasional. Biaya tunai penjualan nikel matte tercatat AS$10.404 per ton, sedikit meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar AS$10.005 per ton.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi peningkatan biaya dan konsumsi energi. Meski demikian, PT Vale menjaga efisiensi melalui optimalisasi penggunaan batu bara, diesel, dan Marine Fuel Oil (MFO), serta pengendalian biaya operasional dan administrasi.
Pada triwulan III 2026, perusahaan merealisasikan belanja modal sekitar AS$95 juta untuk mendukung keberlangsungan operasi dan pengembangan proyek strategis.
Posisi kas dan setara kas per 30 September 2026 tercatat AS$247 juta, meningkat dari AS$111 juta pada akhir Juni 2026. Untuk mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan jangka panjang, PT Vale turut menarik dana sebesar AS$175 juta dari fasilitas pinjaman yang tersedia.
Di sektor hilirisasi, perusahaan mencatat kemajuan penting melalui pencapaian mechanical completion pertama untuk Line 1 dan Line 2 proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Pomalaa.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak pengembangan bisnis hilir PT Vale dalam memperkuat portofolio produksi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya nikel.
Memasuki 2027, PT Vale menargetkan optimalisasi produksi nikel dalam matte, peningkatan kontribusi penjualan bijih dari wilayah pertumbuhan, serta percepatan proyek-proyek hilirisasi strategis.
Perusahaan berkomitmen menjaga disiplin operasional dan memperkuat kondisi keuangan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang di tengah dinamika pasar nikel global. Adm





