BERITA TERKINI

Sekda Sultra Beri Jempol Program Sedekah Sampah: 250 Kg Didonasikan ke Pemulung Momen HPSN

×

Sekda Sultra Beri Jempol Program Sedekah Sampah: 250 Kg Didonasikan ke Pemulung Momen HPSN

Sebarkan artikel ini
Sekda Sultra Asrun Lio mendonasikan sampah plastik ke pemulung saat peringatan HPSN 2024 di eks MTQ Kendari, Jumat (23/2).

LAJUR.CO, KENDARI – Sekda Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio memberi jempol program sedekah sampah diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sultra pada puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 di pelataran eks MTQ Kendari, Jumat (23/2). Program Sedekah Sampah melibatkan ASN OPD lingkup Pemprov Sultra, organisasi Dharma Wanita Persatuan dan TP PKK Sultra berhasil mengumpulkan sebanyak 250 kilogram sampah plastik.

Sampah plastik tersebut langsung didonasikan Asrun Lio dan Ketua TP PPK Sultra Wa Ode Munanah Asrun Lio ke pemulung yang ikut hadir pada puncak peringatan HPSN 2024.

Asrun Lio sempat berbincang dengan pemulung saat menyerahkan sampah tersebut secara simbolis. Ia turut mengedukasi peserta yang hadir di acara HPSN tentang pentingnya pemilahan sampah secara mandiri berdasarkan warna box sampah sehingga memudahkan proses daur ulang.

Sekitar 250 kg sampah plastik berhasil dikumpulkan saat program Sedekah Sampah digelar DLH Sultra dalam rangka peringatan HPSN 2024.

“Hari ini kita kumpulkan sampah. Ini merupakan cara produktif kita memberikan sedekah kepada pemulung. Kita ikut membantu kerja-kerja pemulung supaya kita tahu, bagaimana mengumpulkan sampah dan itu sebagai bentuk kepedulian kita,” ucap Asrun Lio.

Mewakili Pj Gubernur Sultra, Asrun Lio mengapresiasi DLH Sultra yang menginisiasi program sedekah sampah pada rangkaian peringatan HPSN. Program ini dinilai sangat tepat menggugah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dengan cara berbeda yaitu mendonasikan sampah plastik ke pemulung sekaligus mengurangi sebaran sampah plastik.

Sedekah sampah plastik ke pemulung juga sejalan dengan tema yang HPSN 2024 yaitu “Atasi Sampah Plastik Dengan Cara Produktif”. Peringatan HPSN merupakan implementasi amanat UU nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dan surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 2 Tahun 2024 tanggal 31 Januari 2024, tentang peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024.

Baca Juga :  Asrun Lio Soal Nasib Honorer RS Jantung: Wajib Ikut Tes Lagi, Tak Ada Jaminan Lulus Total PPPK

 

“Kepada kita semua untuk saling bekerjasama dengan semangat yang tinggi serta jiwa kemandirian dalam menjaga lingkungan dan kelestarian sumberdaya alam, khususnya menjaga lingkungan kita dari sampah plastik. Dan atas nama Pemerintah Provinsi Sultra, saya sampaikan terimakasih kepada seluruh yang terlibat,” kata Asrun Lio

Plh Kepala DLH Sultra Awaluddin mengurai empat tujuan utama kegiatan HPSN. Pertama, memperkuat komitmen dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, tingkat nasional dan daerah dalam mengatasi polusi plastik.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sultra, Awaluddin.

Kedua, memperkuat partisipasi dan kesadaran publik dalam upaya pengelolaan sampah, dari sumber untuk mengurangi sampah yang diolah di tempat pemprosesan akhir melalui gerakan memilah dan mengolah sampah

Ketiga, memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya, dalam implementasi circular economy atau bisnis hijau atau Green Business dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi. Terakhir membangun rantai nilai pengelolaan sampah di seluruh sektor.

Tema Hari Peduli Sampah Nasional 2024

Melansir dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, pada peringatan HPSN tahun 2024 ini, akan mengangkat tema “Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif”.

Baca Juga :  Pemilu 2024 Ditetapkan Jadi Hari Libur Nasional, Ini Pengumuman Resminya

Tema ini diambil karena persoalan keberadaan sampah plastik yang masih belum terselesaikan hingga sekarang sehingga membuat adanya persoalan serius baik di Indonesia itu sendiri maupun di kancah global.

Ancaman sampah plastik menjadi masalah yang patut dituntaskan. Hal ini mengingat United Nations Environment Programme (UNEP) menyatakan jika tidak ada upaya untuk mencegah polusi plastik maka jumlah sampah plastik yang masuk ke ekosistem akuatik dapat meningkat hampir tiga kali lipat pada tahun 2040.

 

Jumlah polusi plastik sekitar 9-14 juta ton pada 2016 berpotensi menjadi 23-27 juta ton pada 2040.

Adapun tujuan mengangkat isu ini pada HPSN 2024 ialah dengan adanya peringatan tahunan ini diharapkan bisa memperkuat posisi Pemerintah Indonesia dalam international legally binding instrument (ILBI) on plastic pollution dan kesiapan dalam melaksanakan komitmen Zero Waste Zero Emission pada tahun 2050.

Program Sedekah Sampah melibatkan partisipasi organisasi Dharma Wanita Persatuan dan TP PKK Provinsi Sultra.

Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku penyelenggara juga berharap peringatan HPSN 2024 juga ditujukan untuk mendorong peran semua pihak baik pemerintah daerah, produsen dan masyarakat luas untuk mendukung pemenuhan target nasional dalam penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah dan sampah.

Kondisi Sampah Plastik di Sultra

Update data dari Dinas Lingkungan Hidup Sultra tahun 2023, sampah plastik di Sultra menempati urutan kedua sebaran sampah di Bumi Anoa. Angkanya mencapai 15,5 persen dari total komposisi sampah di Sultra.

Baca Juga :  Mahfud Md Mundur dari Kabinet Jokowi

Sementara itu, limbah sisa makanan menempati urutan pertama dominasi komposisi jenis sampah dengan akumulasi 34,4 persen dari keseluruhan jenis sampah yang ada tahun 2023.

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Sultra, Pandu Wiradinata menyebut debit sampah di sejumlah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terus meningkat, termasuk di kawasan pemukiman dan ruang-ruang publik.

Kondisi TPA Kolaka yang diprediksi penuh dalam kurun enam bulan kedepan juga sempat dilaporkan Kepala DLH Sultra sekaligus Pj Bupati Kolaka Dr Andi Makkawaru.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Sultra La Oba memeberkan kondisi beberapa TPA di Sultra yang kini mulai over kapasitas seperti TPA Kolaka, TPA Bombana, TPA Muna, TPA Baubau dan TPA Kota Kendari.

“Yang masih memadai menampung sampah, TPA Konsel, Koltim, Wakatobi,” ujar La Oba.

Penanganan sampah di Sultra tidak hanya terkendala minim kesadaran masyarakat, fasilitas dan peralatan pengangkutan sampah. Dari sisi dukungan regulasi dan komitmen pemerintah daerah belum menjadikan persoalan sampah sebagai prioritas.

Jumlah titik pembuangan sampah di kawasan perumahan yang sangat minim juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya masalah penumpukan sampah tersebut. Kondisi ini diperburuk rendahnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x