LAJUR.CO, KENDARI – Kondisi hujan yang mengguyur Kota Kendari tak menyusurkan langkah delegasi United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) melakukan aksi penanaman phon. Pantauan media Lajur.co, Kamis (7/5/2026), para delegasi terdirir dari 12 negara ASEAN tetap antusias megikuti rangkaian penanaman pohon di Kebun Raya Kendari, Rabu (7/5/2026).
Seremonial penanaman pohon dipimpin langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Sekjen UCLG ASPAC Dr Bernadia Irawati Tjandradewi serta Wakil Gubernur Sultra Dr Hugua. Sejumlah delegasi tampak mengenakan caping alias topi tani dengan ornamen khas Sulawesi Tenggara (Sultra) menuju area penanaman pohon.
Kegiatan penghijauan menjadi bagian dari rangkaian UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting 2026 yang berlangsung pada 7 hingga 9 Mei 2026 di Kota Kendari, Sultra. Selain delegasi internasional, aksi lingkungan itu turut diikuti kepala daerah dari dalam dan luar negeri, Forkopimda serta Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, mengatakan sekitar 60 bibit pohon yang di sebar di sekitar kawasan Kebun Raya. Dari total anggota UCLG ASPAC, sebanyak 41 delegasi hadir dan terlibat langsung dalam penanaman pohon serta peletakan batu pertama prasasti di kawasan Kebun Raya Kendari.
“Jadi sebenarnya setiap kegiatan yang dilakukan UCLG ASPAC untuk executive bureau meeting di mana pun selalu diikuti dengan tree planting atau penanaman pohon,” ujarnya.
Pohon yang ditanam terdiri dari empat jenis tanaman endemik Bumi Anoa, yakni pohon si, pohon ruruhi, pohon buah eha, pohon kuku, serta kayu lokal khas daerah. Sejumlah tanaman langka yang mulai terancam punah juga ikut dilestarikan melalui kegiatan tersebut.
Erlis menjelaskan, penanaman pohon tidak hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem dan melestarikan tanaman endemik Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, keberadaan tanaman buah dan pohon endemik di kawasan Kebun Raya Kendari diharapkan mampu menghidupkan kembali habitat alami satwa, mulai dari kupu-kupu, burung, hingga hewan lain yang berperan menjaga keseimbangan rantai makanan.
“Secara tidak langsung kita ikut memelihara kluster ekosistem yang ada. Kalau rantai makanan terjaga, otomatis lingkungan kita juga akan tetap lestari,” katanya.
Selain Kebun Raya Kendari, sejumlah lokasi lain turut masuk dalam agenda kunjungan delegasi UCLG ASPAC, di antaranya kawasan eks MTQ, Anjungan Teluk Kendari, Pantai Wisata Nambo, Pulau Bokori hingga Hotel Claro sebagai pusat akomodasi peserta internasional.
Laporan: Ika Astuti





