LAJUR.CO, KENDARI – Tahapan akhir Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030 kini menunggu kepastian jadwal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Senat UHO telah menyerahkan seluruh dokumen tiga calon rektor hasil penyaringan kepada Kemdiktisaintek. Selanjutnya, pihak kampus tinggal menunggu jadwal wawancara calon rektor hingga pelaksanaan pemilihan rektor.
Ketua Senat UHO, Prof. Jamili, mengatakan dirinya bersama Ketua Panitia Pilrek UHO telah menyerahkan berita acara hasil penyaringan beserta dokumen tiga calon rektor kepada Kementerian.
Berkas tersebut juga dilengkapi surat permohonan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) untuk menghadiri rapat pemilihan rektor di UHO yang diusulkan berlangsung pada 10 Agustus 2026.
“Di dalam berkas itu sudah dilengkapi surat mengundang Menteri. Di situ tertulis kami mohon kehadiran Pak Menteri datang ke Kendari tanggal 10 Agustus 2026. Tapi ada catatan di bawah, waktunya menyesuaikan kesempatan Pak Menteri. Jadi, untuk tahap berikutnya kita tinggal menunggu saja kapan Pak Menteri,” ujarnya kepada awak media, Senin (27/7/2026).
Hingga saat ini, Kemdiktisaintek belum menetapkan jadwal wawancara terhadap tiga calon rektor UHO. Prof. Jamili menyebut, salah satu kendalanya karena terdapat sekitar 10 perguruan tinggi yang secara bersamaan tengah menjalani proses pemilihan rektor.
“Jadi Kementerian lagi cari-cari celah waktu,” katanya.
Dalam proses pemilihan rektor UHO, Senat memiliki bobot suara sebesar 65 persen. Sementara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memiliki bobot suara 35 persen.
Meski tahapan akhir berada di tangan Kementerian, Prof. Jamili menegaskan seluruh persiapan dari pihak UHO telah rampung. Setelah proses penyaringan menghasilkan tiga calon rektor, penetapan jadwal wawancara dan pelaksanaan pemilihan rektor selanjutnya menjadi kewenangan Kemdiktisaintek.
Ia berharap seluruh tahapan Pilrek UHO periode 2026-2030 dapat segera dilaksanakan sehingga proses transisi kepemimpinan di Kampus Hijau tidak berlangsung terlalu lama.
“Harapannya ya secepatnya supaya masa transisi ini tidak berlarut-larut,” ungkapnya.
Laporan: Ika Astuti



