LAJUR.CO, KENDARI – Trafik data Indosat Region Sulawesi tumbuh 29,5 persen secara tahunan atau year on year (YoY) pada paruh pertama 2026. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas digital masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi, hiburan, pendidikan, produktivitas, hingga pengembangan usaha.
Pertumbuhan trafik data di Sulawesi menjadi bagian dari kinerja positif PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) sepanjang semester I 2026. Secara nasional, Indosat mencatat pendapatan Rp30,7 triliun atau tumbuh 13,1 persen YoY.
EBITDA perseroan juga meningkat 14 persen YoY menjadi Rp14,6 triliun, dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen. Sementara laba bersih yang dinormalisasi dan diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 49,2 persen YoY menjadi Rp3,2 triliun.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pertumbuhan double digit tersebut menjadi bukti strategi transformasi perusahaan berjalan positif.
“AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI,” kata Vikram dalam keterangan resminya, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, capaian tersebut memperkuat langkah Indosat untuk mempercepat transformasi dan membangun kapabilitas yang menjadi mesin pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan digital masyarakat di Sulawesi, Indosat terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan. Hingga akhir kuartal II 2026, perseroan mengoperasikan lebih dari 15.500 BTS 4G dan memperluas jaringan hingga lebih dari 120 BTS 5G di wilayah Sulawesi.
Penguatan infrastruktur tersebut menjadi fondasi untuk menghadirkan pengalaman digital yang semakin andal sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi baru, termasuk Artificial Intelligence (AI), bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai kota strategis di Sulawesi.
Secara nasional, transformasi berbasis AI juga semakin terintegrasi dalam layanan digital Indosat. Perseroan menghadirkan berbagai layanan, seperti fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, serta Adobe Express.
Pengembangan layanan tersebut turut mendorong trafik data nasional yang tumbuh 19,9 persen YoY. Sementara Average Revenue Per User (ARPU) meningkat 17,3 persen YoY menjadi sekitar Rp46 ribu.
Hingga semester I 2026, jumlah pelanggan seluler Indosat mencapai 93,4 juta pelanggan.
Indosat terus memperluas bisnis AI Cloud seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur kecerdasan buatan.
Pada semester I 2026, AI Cloud mencatat pendapatan sebesar US$33 juta. Angka tersebut telah melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai US$28 juta.
Selain itu, Indosat memperoleh tambahan spektrum 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Penambahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan dan kualitas layanan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap pengalaman digital berbasis AI.
Penguatan jaringan membuka peluang pengembangan layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).
Di sisi keberlanjutan, optimalisasi jaringan berbasis AI dan pengelolaan energi secara cerdas disebut berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen.
Indosat sendiri masuk dalam tiga indeks ESG KEHATI untuk periode Juni-November 2026, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45.
Selain memperkuat bisnis dan teknologi, Indosat turut mendorong pengembangan talenta digital. Perseroan menjalin kemitraan dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation untuk mengembangkan satu juta talenta digital dan 100.000 wirausaha berbasis AI hingga 2029. Adm



