LAJUR.CO, KENDARI — Kecamatan Baruga kembali menunjukkan dominasinya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Kota Kendari dengan meraih gelar juara umum. Keberhasilan ini sekaligus menutup rangkaian MTQ yang berlangsung hingga Selasa (21/4/2026).
Baruga keluar sebagai peringkat pertama setelah mengoleksi enam medali emas dan tiga perunggu tanpa perolehan perak, dengan total nilai 150. Raihan tersebut menempatkan Baruga unggul atas 10 kecamatan lainnya di Kota Kendari.
Sekretaris Camat Baruga, Darwis, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari potensi besar yang dimiliki para peserta serta konsistensi pembinaan yang telah dilakukan selama ini.

“Dari tahun ke tahun, jumlah peserta MTQ di Baruga cukup banyak, dan itu menjadi kekuatan utama kami,” ujarnya.
Menurut Darwis, prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pembina, pelatih, hingga lembaga pendidikan yang aktif mengembangkan kemampuan generasi muda di bidang Al-Qur’an. Ia menambahkan, para kafilah dari Baruga pada dasarnya telah memiliki bakat yang mumpuni dan hanya membutuhkan pengasahan untuk tampil optimal.
“Peserta dari Baruga memang sudah memiliki dasar yang kuat, tinggal dimaksimalkan melalui pembinaan agar hasilnya lebih maksimal,” jelasnya.
Meski berhasil meraih hasil tertinggi, Darwis mengingatkan para juara agar tidak cepat merasa puas. Ia menekankan pentingnya persiapan lebih matang, mengingat para pemenang akan mewakili Kota Kendari pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Konawe pada Juni 2026.
“Kami berharap mereka bisa melangkah hingga tingkat nasional. Waktu yang ada harus dimanfaatkan untuk terus meningkatkan kemampuan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam ajang tersebut. Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana membangun karakter dan memperkuat pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an.
Menurutnya, capaian para peserta harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus mengasah kemampuan dan mengamalkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
MTQ XXXI Kota Kendari sendiri diikuti sekitar 200 peserta dari 11 kecamatan yang berlaga dalam 10 cabang perlombaan, mulai dari tilawah anak, remaja, dan dewasa, hifzil Qur’an, qira’at, hingga tafsir bahasa Arab.
Pada klasemen akhir, Kecamatan Kambu menempati posisi kedua dengan tiga emas, lima perak, dan satu perunggu dengan total nilai 145. Disusul Kecamatan Abeli di peringkat ketiga dengan satu emas, tiga perak, dan lima perunggu dengan total nilai 115.
Peringkat berikutnya ditempati Kecamatan Kendari Barat di posisi keempat, Mandonga di urutan kelima, Nambo di peringkat keenam, Kadia di posisi ketujuh, Poasia di peringkat kedelapan serta Wua-Wua di posisi kesembilan.
Adapun Kecamatan Kendari dan Puuwatu berada di posisi terbawah dengan total nilai yang sama, yakni 35.
Amir Hasan berpesan kepada peserta yang belum meraih juara agar tidak berkecil hati. Ia menilai ajang ini merupakan pengalaman berharga untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan di masa mendatang.
“Jadikan ini sebagai momentum untuk terus berlatih dan berkembang ke depan,” tutupnya.
Laporan: Ika Astuti




