LAJUR.CO, KENDARI – Bagi pecinta fotografi dan penikmat lanskap alami, Telaga Kasiono Oe menawarkan pemandangan yang tak biasa. Telaga di Kabupaten Muna Barat ini layak dijelajahi untuk menyaksikan alamnya yang terus berubah mengikuti musim.
Sesuai makna namanya yakni “air yang surut”, kawasan ini menghadirkan fenomena unik. Bentang alamnya berubah wajah saat air pasang dan surut, membuat kawasan ini seolah hidup dalam dua karakter yang berbeda.
Saat musim hujan, Kasiono Oe menjelma telaga luas yang memantulkan langit di permukaannya. Ketika kemarau tiba, air perlahan menghilang, menyisakan hamparan savana.

Seperti pantauan pada Jumat (17/4/2026), kondisi air yang mulai menyusut memperlihatkan lanskap yang didominasi daratan. Di beberapa titik, genangan air berlumpur masih tersisa. Sementara kawanan burung tampak beterbangan rendah, menciptakan atraksi yang memperkaya suasana.
Pada waktu tertentu, kawasan ini menyuguhkan pemandangan matahari terbenam. Siluet pepohonan dan refleksi cahaya di permukaan air menjadi latar yang banyak diburu pengunjung untuk mengabadikan momen.
Keindahan lanskap tersebut kian lengkap dengan keberadaan pohon Longkida, vegetasi khas yang tumbuh di kawasan ini. Saat kemarau, daunnya gugur hingga tampak seperti pohon mati. Begitu musim hujan datang, pohon-pohon tersebut kembali menghijau dan rimbun.
Pohon Longkida juga berperan penting bagi ekosistem telaga. Akar pohon dengan nama latin Nauclea orientalis ini menjadi tempat berlindung bagi berbagai biota air. Sementara cabang-cabangnya kerap menjadi tempat hinggap burung.
Dengan hamparan savana serta suasana yang tenang, kawasan ini cocok untuk kegiatan outdoor seperti camping maupun family gathering.
Terletak di Kelurahan Lapadaku, Kecamatan Lawa, telaga ini kerap dimanfaatkan sebagai lokasi foto dengan latar gunung, savana, serta barisan pepohonan.
Destinasi Kasiono Oe kini belum dikelola secara resmi, sehingga pengunjung leluasa menikmati keindahannya tanpa dikenakan tarif masuk. Red




