BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Yayasan Hutan Biru & Mongabay Gelar Webinar Bahas Tata Kelola Mangrove di Muna dan Mubar

×

Yayasan Hutan Biru & Mongabay Gelar Webinar Bahas Tata Kelola Mangrove di Muna dan Mubar

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Dua Kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Kabupaten Muna dan Muna Barat menjadi lokasi dipilih Blue Forest Foundation dan Mongabay Indonesia dalam agenda Webinar & Pelatihan Jurnalistik, digelar secara hybrid, Rabu (10/7/2024).

Webinar mengangkat tema “Potret Tata Kelola Mangrove di Muna dan Muna Barat” ini dilaksanakan dalam rangkaian agenda memperingati Internasional Mangrove Day 2024.

Giat ini dihadiri sejumlah unsur terkait seperti Dinas Kehutanan Provinsi Sultra, Kelompok Kerja Mangrove Daerah Sultra, Dinas Kelautan dan Perikanan Buton Tengah, Akademisi Universitas Hasanuddin, serta sejumlah jurnalis.

Baca Juga :  Semarak Peringatan Hari Lahir Pancasila: Pj Gubernur Hingga Kepala OPD Sultra Kompak Pakai Baju Adat

Dalam kesempatan itu, Direktur Yayasan Hutan Biru (Blue Forest Foundation) Rio Ahmad membahas rekomendasi langkah strategis perbaikan pengelolaan mangrove di Indonesia termasuk di Muna dan Muna Barat.

Langkah dimaksud seperti restorasi kawasan mangrove terdegradasi terutama tambak terlantar dan tidak produktif untuk mendorong mosaic landscape mangrove -aquaculture, perbaikan pengelolaan tambak berkelanjutan untuk mengurangi ekspansi lahan dan harus ada dukungan kebijakan, kelembagaan serat fasilitas local led management.

Baca Juga :  Nasib Bayi Perempuan yang Ditemukan di Depan Kantor DPRD Muna, Kini Dititip ke Panti Asuhan

Pada poin dukungan kebijakan ini, termasuk pengembangan sistem insentif pembayaran jasa lingkungan untuk konservasi mangrove.

Sementara itu, Ketua KKMD Sultra Yulardhi memaparkan pentingnya keberadaan mangrove di Sultra. Potensi habitat mangrove meliputi area terabrasu, lahan terbuka, mangrove terabrasu, tambak dan tanah timbul.

Namun dalam upaya konservasi mangrove ini ditemukan beberapa kendala ataupun tantangan. Selain adanya alih fungsi lahan mangrove menjadi lokasi perkebunan sawit atau pemukiman, upaya konservasi juga harus menghadapi kendala pencemaran limbah industri ke laut.

Baca Juga :  Warga Kecamatan Lasalepa Dihebohkan Penemuan Kardus Berisi Bayi Perempuan di Depan Kantor DPRD Muna

Limbah industri yang menyasar ke dasar laut dapat mencemari ekosistem mangrove. Hal itu juga dipengaruhi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove bagi lingkungan.

Kata Yulardhi, meski Provinsi Sultra memiliki potensi sumberdaya mangrove yang sangat besar, namun keterbatasan dana, teknologi dan sumber daya manusia dalam masih saja menghambat pengembangan mangrove.

Di Muna dan Muna Barat ditemukan sekitar 21 jenis mangrove, yang berpotensi dapat memberi manfaat besar baik dari aspek ekonomi, sosial dan jasa lingkungan. Red



0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x