LAJUR.CO, KENDARI – Guna memastikan kelancaran arus mudik masyarakat Sultra yang menggunakan transportasi udara, Bandara Haluoleo Kendari menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 mulai Jumat (13/3/2026).
Posko ini disiapkan untuk melayani para penumpang yang pulang ke kampung halamannya melalui bandara tersebut.
Kepala Bandara Haluoleo, Denny Ariyanto, mengatakan posko tersebut merupakan bagian dari sistem terpadu yang terhubung dengan posko nasional Kementerian Perhubungan. Pusat layanan angkutan lebaran ini akan beroperasi mulai 13 Maret hingga 30 Maret nanti.

“Posko ini kami adakan untuk membantu kelancaran masyarakat yang melaksanakan mudik, khususnya pengguna transportasi udara, sehingga mereka bisa mudik dengan selamat, aman, nyaman, dan bahagia,” ujar Denny Ariyanto.
Posko yang mulai difungsikan itu, lanjut Denny Arianto, sudah terintegrasi dengan berbagai instansi lintas sektor. Sejumlah pihak yang terlibat di antaranya TNI, Polri, Basarnas Kendari, Kantor Kesehatan Pelabuhan, serta maskapai yang beroperasi di Bandara Haluoleo.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran 1447 Hijriah berjalan lancar. Berbagai unsur dilibatkan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal selama periode mudik.
Merujuk data sementara, aktivitas penumpang di Bandara Haluoleo mulai menunjukkan peningkatan. Pada Kamis (12/3/2026), jumlah penumpang yang tiba tercatat sebanyak 1.607 orang, sementara yang berangkat mencapai 2.105 orang.
“Sudah mulai naik sekitar 5 persen. Untuk hari ini saja ada 15 penerbangan, lebih tinggi dibanding hari-hari biasanya,” jelas Denny.
Pihak bandara juga memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Lebaran, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+4 Lebaran.
Selain penumpang, pergerakan kargo juga diprediksi meningkat sekitar 12 hingga 14 persen. Terutama untuk pengiriman barang yang masuk ke wilayah Sultra.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada maskapai yang mengajukan penambahan penerbangan atau extra flight. Namun, frekuensi penerbangan dari Makassar ke Kendari sudah mengalami penambahan, termasuk dari maskapai AirAsia.
“Kalau melihat ketersediaan tiket, sampai H+5 atau H+6 sudah banyak yang tidak tersedia. Artinya memang ada peningkatan permintaan,” pungkasnya. Red





