LAJUR.CO, KENDARI – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pelita Ibu resmi bertransformasi menjadi Universitas Pelita Ibu setelah menerima Surat Keputusan (SK) perubahan bentuk dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Sabtu (13/6/2026).
Perubahan status tersebut tertuang dalam Keputusan Kemdiktisaintek Nomor 572/B/O/2026 tanggal 25 Mei 2026 tentang perubahan bentuk STIKES Pelita Ibu menjadi Universitas Pelita Ibu.
Transformasi status kampus menjadi universitas menjadi tonggak sejarah baru bagi institusi pendidikan yang telah berkembang selama lebih dari dua dekade di Sulawesi Tenggara. Perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas diharapkan mampu memperluas kontribusi kampus dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, mengapresiasi langkah besar yang dilakukan Yayasan Pelita Ibu dalam mengembangkan institusi pendidikan tinggi tersebut.
Menurutnya, perubahan bentuk dari STIKES menjadi universitas bukan hanya perubahan nama, tetapi juga menjadi lompatan besar dalam pengembangan kualitas pendidikan tinggi di daerah.
“Kami ucapkan selamat kepada Yayasan Pelita Ibu yang sudah melakukan transformasi kelembagaan dari STIKES menjadi Universitas Pelita Ibu. Ini suatu hal yang luar biasa,” ujarnya kepada awak media usai menyerahkan surat penyerahan SK perubahan status kepada Rektor Pelita Ibu.
Momen bersejarah tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Rektor Universitas Pelita Ibu. Dalam kesempatan itu, Dr. Rosmawati Ibrahim kembali dipercaya memimpin kampus yang kini berstatus universitas tersebut.
Rosmawati menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada Kemdiktisaintek dan seluruh pihak yang telah mendukung proses transformasi kelembagaan hingga akhirnya Universitas Pelita Ibu resmi berdiri.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai sejak berdirinya Yayasan Pelita Ibu pada 2005. Perjalanan pengembangan institusi kemudian berlanjut saat Akademi Kebidanan Pelita Ibu bertransformasi menjadi STIKES Pelita Ibu pada 2019.
“Dan hari ini, tepat pada tanggal 25 Mei 2026, sebuah babak baru kembali ditorehkan dalam sejarah institusi ini. STIKES Pelita Ibu resmi bertransformasi menjadi Universitas Pelita Ibu,” ungkap Rosmawati.
Sebagai rektor, ia berkomitmen membawa Universitas Pelita Ibu menjadi perguruan tinggi yang unggul melalui penguatan tridarma perguruan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan kerja sama dengan berbagai pihak.
Kerja sama tersebut mencakup pemerintah, dunia usaha, dunia industri, hingga perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Tak hanya itu, Universitas Pelita Ibu juga akan fokus mengembangkan riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, berkarakter, dan memiliki daya saing global.
“Kami juga bertekad menjadikan Universitas Pelita Ibu sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, kesehatan, kewirausahaan, hukum bisnis, manajemen, dan inovasi berbasis kearifan lokal pesisir dan kepulauan,” katanya.
Sementara itu, Andi Lukman menilai Rosmawati merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Universitas Pelita Ibu pada fase awal transformasi ini. Pengalaman dan rekam jejaknya selama memimpin STIKES Pelita Ibu diyakini menjadi modal penting dalam membangun fondasi universitas yang kuat.
Ia optimistis di bawah kepemimpinan Rosmawati, Universitas Pelita Ibu mampu berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Sehingga saya yakin sekali dengan kepemimpinan beliau dapat betul-betul membawa Universitas Pelita Ibu menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing dan unggul. Itu harapan kita semua,” tutupnya.
Laporan: Ika Astuti




