?>
BERITA TERKINIHEADLINEKESEHATAN

Fenomena Kabut Asap Selimuti Kota Kendari & Wilayah Sultra Lain, BMKG Imbau Warga Gunakan Masker

×

Fenomena Kabut Asap Selimuti Kota Kendari & Wilayah Sultra Lain, BMKG Imbau Warga Gunakan Masker

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Fenomena kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi tersebut membuat jarak pandang menurun, terutama pada pagi hari, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari BMKG, Heri Purnomo, meminta masyarakat kembali membiasakan diri menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Imbauan tersebut disampaikan melalui Siaran Pers “Waspada Asap Wilayah Sulawesi Tenggara” Nomor: e.B/ME.02.04/216/KKNI/IX/2026.

Heri mengatakan, berdasarkan hasil observasi selama sepekan terakhir, teramati asap tipis yang menyelimuti langit Bumi Anoa dengan jarak pandang berkisar 8–9 kilometer.

Kondisi berbeda terpantau pada 3 Oktober 2026. Di wilayah Kendari dan sekitarnya, asap terlihat lebih tebal pada pagi hari dengan jarak pandang turun hingga kurang dari 5 kilometer.

Baca Juga :  Difasilitasi OJK Sultra, Petani Kakao Kolaka Utara Dapat Guyuran Pembiayaan Rp1,4 Miliar

“Pada tanggal 03 Oktober 2026, teramati di wilayah Kendari dan sekitarnya pada pagi hari terdapat asap yang cukup tebal dengan jarak pandang kurang dari 5 km,” tulis Heri dalam siaran pers tersebut.

Selain jarak pandang, kondisi kualitas udara di Kota Lulo turut mengalami perubahan sepanjang hari. Berdasarkan parameter PM2.5, kualitas udara sejak dini hari hingga sore berada pada kategori sedang dengan konsentrasi 15,5 hingga 55,4 µg/m³.

Kualitas udara kemudian berada pada kategori baik pada sore hingga malam hari. Namun, BMKG memperkirakan pola tersebut masih dapat kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.

BMKG menyebut asap yang terpantau di wilayah Sultra diduga berasal dari luar daerah. Kesimpulan tersebut mengacu pada arah angin yang bertiup dari Timur–Timur Laut serta hasil pemantauan satelit Himawari-9.

Baca Juga :  APBD Kota Kendari Diproyeksi Rp1,6 Triliun, Ini Program Prioritas Wali Kota Siska

“Sebaran asap yang masuk ke Sulawesi Tenggara berasal dari luar wilayah Sultra, yaitu dari wilayah Papua Selatan dan Maluku,” kata Heri.

Di sisi lain, titik panas atau hotspot juga terdeteksi di sejumlah wilayah Sultra. Pada 3 Oktober 2026, tercatat sebanyak 105 titik panas dengan konsentrasi terbanyak berada di wilayah Bombana.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Sultra memperkirakan potensi asap dengan kategori sedang masih dapat terjadi dalam tiga hari ke depan.

Potensi sebaran asap tersebut dapat terjadi di Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Kota Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi.

Baca Juga :  Décrochez le bonus star casino qui change tout

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta memperbanyak konsumsi air putih.

Masyarakat juga disarankan menutup jendela rumah ketika asap mulai terasa pekat. Sementara kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan, dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Sedangkan untuk pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan agar selalu waspada jika terjadi penurunan jarak pandang secara signifikan,” tulis Heri.

BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk terus memperbarui informasi melalui BMKG dan instansi terkait. Langkah tersebut penting untuk mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sis

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>