LAJUR.CO, KENDARI – Ancaman kabut asap mulai membayangi wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Menyikapi potensi penurunan kualitas udara tersebut, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menjaga kesehatan.
Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultra yang memprakirakan kabut asap berpotensi menyelimuti 17 kabupaten/kota di Sultra pada 13–14 Oktober 2026.
“Saya cuma bisa mengimbau untuk menjaga kesehatan bagi warga Kota Kendari, menggunakan masker,” ujar Sudirman kepada awak media, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan siaran pers BMKG Sultra tertanggal 12 Oktober 2026, kabut asap telah terpantau di wilayah Bumi Anoa dan sekitarnya, terutama pada dini hari hingga pagi hari.
Pemantauan menggunakan citra satelit Himawari-9 menunjukkan fenomena tersebut berdampak pada penurunan jarak pandang mendatar hingga kurang dari lima kilometer.
BMKG memperingatkan, sebaran asap berpotensi semakin pekat pada siang, sore, hingga malam hari. Kondisi serupa diprakirakan berulang dalam beberapa hari ke depan sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Dari hasil pemantauan kualitas udara, konsentrasi partikel halus PM2.5 di wilayah Sultra umumnya berada pada kategori sedang, dengan rentang 15,5–55,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
BMKG juga mendeteksi 20 titik panas di wilayah Sultra pada 12 Oktober 2026, pukul 00.00–12.00 WITA. Titik panas tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang.
Sebaran kabut asap dipengaruhi pola angin regional yang dominan bergerak dari arah tenggara hingga selatan. Pola tersebut memungkinkan asap dari wilayah Papua Selatan dan Maluku terbawa hingga ke Sultra.
Dalam prakiraan periode 13–14 Oktober 2026, BMKG menyebut kabut asap kategori sedang berpotensi terjadi di 17 kabupaten/kota, yakni Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Kota Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi.
Untuk mengurangi risiko paparan asap, BMKG mengimbau masyarakat memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menutup jendela saat asap mulai pekat.
Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Mereka disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap berlangsung.
Kewaspadaan juga diperlukan oleh pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan karena jarak pandang yang menurun dapat mengganggu keselamatan perjalanan.
BMKG meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi lembaga tersebut serta mengikuti imbauan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak kabut asap. Sis
