LAJUR.CO, MUNA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae memperingatkan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna agar lebih kreatif dan aktif menyiapkan program pembangunan. Ia menyoroti sejumlah infrastruktur yang terbengkalai akibat minim pemeliharaan hingga proyek yang belum berjalan karena perencanaan tak kunjung rampung.
Peringatan itu disampaikan Ridwan saat melakukan reses di Kabupaten Muna, Minggu (18/10/2026), bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi Edy Gunawan dan rombongan. Kunjungan tersebut turut diisi penyerahan sertifikat bagi warga transmigrasi di wilayah Muna Timur.
Dalam agenda malam ramah tamah di Aula Galampano Kantolalo, Ridwan menyoroti kondisi sejumlah fasilitas publik yang dibangun saat dirinya menjabat Bupati Muna selama dua periode. Salah satunya kawasan Sarana Olahraga (SOR) La Ode Pandu yang memiliki kolam renang, stadion dayung, gedung olahraga (GOR), hingga masjid.
Menurut Ridwan, berbagai fasilitas tersebut tidak terawat dengan baik sejak dirinya mengakhiri masa jabatan pada 2010. Kondisi itu membuat sejumlah sarana olahraga dan fasilitas pendukungnya mengalami kerusakan.
“Saya ambil contoh SOR La Ode Pandu. Di dalamnya ada kolam renang, stadion dayung, GOR, dan masjid. Tapi saya lihat sejak saya selesai jadi Bupati Muna tahun 2010, dari bupati ke bupati, fasilitasnya tidak dipelihara. Nyaris hancur semua,” kata Ridwan di hadapan Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil beserta jajaran pemerintah daerah.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga infrastruktur pesisir. Menurut Ridwan, pembangunan tanggul laut di kawasan by-pass Kota Raha yang dilakukan pada masa kepemimpinannya berperan melindungi stadion dayung, jalan raya, dan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.
Selain persoalan pemeliharaan, politikus Partai Golkar asal Sulawesi Tenggara (Sultra) itu menyoroti lambannya penyusunan perencanaan pembangunan oleh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muna.
Ridwan mengungkapkan, sejumlah program yang anggarannya telah diperjuangkan melalui APBN belum dapat direalisasikan karena dokumen perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) belum rampung. Ia mencontohkan rencana pembangunan Pasar Wakuru dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Saya ingatkan para kepala OPD lingkup Pemda Muna, khususnya Dinas PUPR, harus kreatif dan aktif mengusulkan program pembangunan. Jangan sampai anggaran di APBN sudah ada, tetapi perencanaan sampai akhir tahun tidak selesai,” tegasnya.
Ridwan meminta Dinas PUPR Muna lebih proaktif berkoordinasi dengan balai teknis terkait agar proses penyusunan dokumen perencanaan tidak menjadi penghambat realisasi pembangunan.
“Uangnya sudah kita perjuangkan di APBN, tetapi sampai saat ini perencanaan dan DED-nya belum selesai. Cobalah Dinas PUPR Muna aktif dan berkomunikasi langsung dengan pihak balai. Saya harap hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Ridwan juga menyoroti kondisi Masjid Al Munajat di Kota Raha yang dibangun pada masa kepemimpinannya. Ia menyebut bagian plafon masjid mengalami kebocoran dan membutuhkan perbaikan.
Untuk mendukung rehabilitasi masjid tersebut, Ridwan mengaku telah memperjuangkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui APBN 2027. Ia turut menyampaikan rencana perbaikan kolam renang dan stadion dayung pada tahun yang sama melalui anggaran pemerintah pusat.
Namun, ia kembali mengingatkan Pemkab Muna agar menuntaskan seluruh dokumen perencanaan sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai.
“Insya Allah tahun 2027 saya sudah perjuangkan anggaran untuk perbaikan Masjid Al Munajat sebesar Rp30 miliar melalui APBN. Kemudian kolam renang dan stadion dayung juga akan kita perbaiki. Tapi jangan lupa, perencanaan dan DED harus tuntas semua. Membangun itu ada mekanismenya,” kata Ridwan.
Di sisi lain, Ridwan mendorong Bupati Muna Bachrun agar semakin intensif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memperjuangkan program yang dibutuhkan masyarakat.
Ia mengapresiasi langkah Bachrun yang telah menemui Menteri Pekerjaan Umum dengan membawa surat permohonan pembangunan. Ridwan berharap komunikasi tersebut dilanjutkan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), terutama untuk mengusulkan pembangunan dan perbaikan fasilitas olahraga di Muna pada 2027.
“Saya lihat Pak Bachrun saat ini mulai aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Belum lama ini beliau sudah bertemu dengan Menteri PUPR RI, lengkap dengan surat permohonan. Saya harap dalam waktu dekat Pak Bupati segera berkomunikasi dengan Menpora terkait sejumlah infrastruktur olahraga yang akan dibangun dan diperbaiki di Muna tahun 2027,” pungkas Ridwan. Tri