SULTRABERITA.ID, BUTUR – Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan turut serta dalam ajang Musrenbang Kecamatan Kulisusu, Selasa 18 Februari 2020.
Kehadiran Abu Hasan sendiri selain sebagai orang nomor satu di Butur sekaligus menjadi peserta mewakili warga yang bermukim di Kecamatan Kulisusu.
Ia pun duduk sederet bersama peserta lain yang menjadi audiens Musrenbang Kecamatan Kulisusu.
BACA JUGA :
- Penampakan Duit Miliar Sitaan Kasus ‘Dokter’ Jual Beli Ore PT AMIN, Kejati Sultra Masih Kejar Rp170 Miliar Lagi
- Siasat Pedagang Somai di Muna Barat Saat Harga Tahu Melonjak: Pangkas Stok, Pertahankan Kualitas
- Sultra Penerima Bedah Rumah ‘BSPS’ Terbesar Kedua di Indonesia Timur, 70 Persen Kuota dari Aspirasi DPR RI
- Taman Nasional Wakatobi Buka Suara soal Viral Kapal Pembawa Turis Prancis Dicegat di Lokasi Selam Tomia
- Manggot & Emberisasi, Dua Praktik Pengelolaan Sampah PT Vale Sorowako Hadir di Pameran Lingkungan Internasional
Abu Hasan menyatakan ingin menyerap langsung aspirasi masyarakat yang ril terjadi di lapangan. Dengan begitu kebijakan dilahirkan Pemkab Butur benar-benar mengakomodir kebutuhan masyarakat di daerah setempat dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, jangan hanya menunggu laporan dari bawahan. Cukup hadir di tengah-tengah mereka dan mendengarkan langsung dengan empati. Apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat,” urai politisi PDIP itu.
Hadir sekaligus sebagai warga penduduk Kecamatan Kulisusu, Abu Hasan menyampaikan beberapa isu penting yang patut menjadi perhatian pemerintah. Diantaranya terkait kamtibmas, kebersihan dan tempat pemakaman umum.
Tak lupa, ia mengajak semua pihak mengajukan keluhan dan masukan menyangkut program anggaran pembangunan yang tengah digarap pemerintah dalam ajang Musrenbang hari itu.
“Kita harapkan Musrenbang lebih berkualitas menghadirkan program prioritas dan mendesak bukan kepentingan sepihak. Masyarakat melihat apa yang menjadi kebutuhan sehingga bisa dipetakan mana yang menjadi kewenangan desa/lurah, kecamatan dan kabupaten. Dengan demikian tidak ada program yang tumpang tindih satu sama lain,” urai Abu Hasan. Adm




