SULTRABERITA.ID, KENDARI – Pemerintah saat ini masih terus mencari vaksin Covid-19. Hal tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai dan menyelesaikan masalah virus Corona di Indonesia.
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan perkembangan penelitian vaksin hingga saat ini masih dilakukan. Dengan bantuan Eijkman Institut dan beberapa perguruan tinggi, salah satunya Universitas Airlangga.
BACA JUGA :
- Bus Angkutan Haji Pemda Muna Barat Mogok di Jalan, Rombongan Terpaksa Naik Mobil Pribadi ke Bandara
- Nasib Dua Jemaah Haji Asal Sultra Tertunda Berangkat ke Tanah Suci Gegara Sakit di Makassar
- Kemenhaj Muna Barat Berangkatkan Sembilan Belas Jemaah Calon Haji ke Tanah Suci via Bandara Sugimanuru
- Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam & Antam Retro Hari Ini Anjlok Semua
- Bantaran Kali Wanggu Akan Dibangun Tanggul Penahan Banjir, Wali Kota Siska Jamin Ganti Rugi Lahan
“Pemerintah dengan bantuan lembaga Eijkman dan Universitas Airlangga telah melakukan beberapa penelitian mengenai karakteristik Covid-19 yang ditransmisikan secara lokal di Indonesia dan mengembangkan vaksin Covid-19 di negara tersebut,” kata Wiku, Jumat (13/6).
Wiku juga menjelaskan saat ini pemerintah sedang melakukan pendekatan dengan perusahaan kimia dari China, Sinopec. Tujuannya untuk bekerjasama memproduksi vaksin tersebut.
“Saat ini, pendekatan lain untuk membuat vaksin itu meskipun pengembangan bersama bilateral dengan pemerintah China melalui perusahaan Sinopec,” tutupnya. Adm
Sumber : merdeka.com
Judul : https://m.merdeka.com/peristiwa/kembangkan-vaksin-covid-19-pemerintah-minta-bantuan-china.html





