SULTRABERITA.ID, KENDARI – Pemerintah saat ini masih terus mencari vaksin Covid-19. Hal tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai dan menyelesaikan masalah virus Corona di Indonesia.
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan perkembangan penelitian vaksin hingga saat ini masih dilakukan. Dengan bantuan Eijkman Institut dan beberapa perguruan tinggi, salah satunya Universitas Airlangga.
BACA JUGA :
- Kafilah Muna Barat Raih Peringkat Ketujuh di MTQ Sultra 2026, Kabag Kesra : Tetap Belajar dan Belajar
- Jemaah Haji Asal Muna Barat Tampil dengan Busana Berwarna-warni Saat Tiba dari Tanah Suci
- Pulang dari Tanah Suci, 19 Jemaah Haji Asal Muna Barat Disambut Haru Keluarga di Masjid Al Muhajirin
- Envicare GenBI UHO: Dari Edukasi Hingga Galang Aksi Nyata Tanam Mangrove di Nambo
- 10 Balon Rektor UHO Adu Gagasan, Plt Rektor: Saatnya Pilih Pemimpin Terbaik Kampus
“Pemerintah dengan bantuan lembaga Eijkman dan Universitas Airlangga telah melakukan beberapa penelitian mengenai karakteristik Covid-19 yang ditransmisikan secara lokal di Indonesia dan mengembangkan vaksin Covid-19 di negara tersebut,” kata Wiku, Jumat (13/6).
Wiku juga menjelaskan saat ini pemerintah sedang melakukan pendekatan dengan perusahaan kimia dari China, Sinopec. Tujuannya untuk bekerjasama memproduksi vaksin tersebut.
“Saat ini, pendekatan lain untuk membuat vaksin itu meskipun pengembangan bersama bilateral dengan pemerintah China melalui perusahaan Sinopec,” tutupnya. Adm
Sumber : merdeka.com
Judul : https://m.merdeka.com/peristiwa/kembangkan-vaksin-covid-19-pemerintah-minta-bantuan-china.html




