LAJUR.CO, KENDARI — Antusias siswa disabilitas di Kendari ikut memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia tak surut meski memiliki keterbatasan fisik. Tak hanya para siswa, orang tua juga turut ambil bagian dengan ikut urunan untuk mendukung pelaksanaan berbagai lomba di Sekolah Luar Biasa Swasta (SLBS) B-F Mandara Kendari.
Perayaan HUT RI digelar selama dua hari, 12-13 Agustus 2026, di halaman sekolah dengan melibatkan seluruh siswa, guru, dan orang tua.
Sejumlah lomba khas perayaan kemerdekaan turut memeriahkan kegiatan, mulai dari makan kerupuk, meniup balon, tarik tambang, nyanyi solo, hingga lomba paku botol. Para siswa tampak bersemangat menyelesaikan setiap permainan yang mereka ikuti.
Salah seorang guru SLBS B-F Mandara Kendari, Muhammad Bahrul Huda, mengatakan seluruh peserta didik di sekolah tersebut memiliki lima ragam disabilitas, yakni autis, tunarungu, tunagrahita, tunanetra, dan tunadaksa. Seluruh siswa dengan ragam disabilitas tersebut dilibatkan dalam perayaan HUT RI.
“Mereka semuanya terlibat dalam perlombaan itu,” ujarnya kepada awak media, Kamis (13/8/2026).
Meski memiliki kebutuhan yang berbeda, para siswa tetap mendapat kesempatan untuk mengambil bagian dalam berbagai perlombaan yang disiapkan pihak sekolah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk berinteraksi dan membangun rasa percaya diri bersama teman-temannya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan HUT RI kali ini melibatkan orang tua siswa secara langsung. Mereka tidak hanya menjadi peserta lomba estafet sarung dan permainan kursi dengan musik, tetapi turut membantu sebagai panitia.
Keterlibatan orang tua menjadi salah satu pembaruan dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Bahkan, sejumlah orang tua memberikan sumbangan secara sukarela untuk mendukung pelaksanaan perlombaan dan penyediaan hadiah.
Bahrul mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi momentum memperingati hari kemerdekaan. Perayaan ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif bagi seluruh warga sekolah.
“Tujuan utama kami di sini di samping untuk memperingati hari kemerdekaan, membudayakan kebersamaan, bagaimana lingkungan ini bisa sama-sama inklusi,” katanya.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut ditutup dengan suasana penuh kebersamaan. Apresiasi tidak hanya diberikan kepada siswa yang menjadi juara, para peserta turut mendapatkan bingkisan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka.
Laporan: Ika Astuti



