BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Menjerit! Harga Pasir di Kendari Naik Nyaris Dua Kali Lipat: Dulu Rp850 Ribu, Kini Rp1,5 Juta/Rit

×

Menjerit! Harga Pasir di Kendari Naik Nyaris Dua Kali Lipat: Dulu Rp850 Ribu, Kini Rp1,5 Juta/Rit

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Harga pasir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami lonjakan signifikan dalam sebulan terakhir. Dari yang sebelumnya berkisar Rp850 ribu hingga Rp900 ribu per rit, kini harga pasir menembus Rp1,5 juta per rit atau naik nyaris dua kali lipat.

Kenaikan harga tersebut diduga dipicu terbatasnya pasokan material setelah adanya penertiban aktivitas tambang galian C di sejumlah titik oleh pemerintah bersama aparat penegak hukum.

Anton, seorang sopir truk yang telah bekerja mengangkut pasir selama 15 tahun, mengaku lonjakan harga kali ini merupakan yang tertinggi sejak dirinya mulai bekerja pada 2011.

“Ini paling naik, sudah yang luar biasa naiknya. Dulu perna tapi waktu banjir toh, Sekarang na tidak ada banjir ini. Dulu pasir paling mahal itu ya, kalau kita beli di lokasi itu Rp500 ribu itu mahal sekali. Sekarang harus modal satu juta,” ujarnya kepada awak media, Kamis (16/7).

Baca Juga :  Polda Sultra Sisir Kutu Polisi yang Pakai Narkoba, 82 Personel Jalani Tes Urine

Menurut Anton, mahalnya harga pasir diduga berkaitan dengan penertiban aktivitas penambangan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sultra bersama aparat penegak hukum di sejumlah lokasi.

Saat ini, Pemprov Sultra menghentikan sementara aktivitas tambang galian C di kawasan Nambo, Abeli, dan sekitarnya yang belum mengantongi izin resmi maupun belum memenuhi sejumlah persyaratan perizinan.

Kondisi tersebut membuat pasokan pasir ke Kota Kendari menyusut drastis. Sebelumnya, kebutuhan pasir dipenuhi dari sejumlah lokasi, seperti Sabalakoa, Lalonggaluku, Puusangi, dan Wawotobi.

Baca Juga :  Trend Harga Emas di Kendari Turun: Dulu Tembus Rp3 Juta, Kini Dibanderol Rp2,6 Juta per Gram

Namun kini, kata Anton, pasokan hanya mengandalkan kawasan Sabalakoa sehingga tekanan terhadap ketersediaan pasir semakin besar.

“Sekarang yang ada tinggal Sabalakoa saja. Stoknya sebetulnya enda juga, tapi lantaran bagaimana ditutup semua jadi otomatis satu kendari ambil di sana semua. Tapi itu pun bisa kita dapat pasir kecuali berangkat malam, kapan jam pagi sudah enda ada,” katanya.

Lonjakan harga pasir juga berdampak terhadap penurunan permintaan dari masyarakat. Banyak konsumen memilih menunda pembelian karena harga dinilai terlalu tinggi.

“Kurang sekali, orang berpikir toh. Enda tau sampai kapan, kayaknya belum ada batas waktunya. Pokoknya semua menjerit, buka hanya supir biar konsumen juga menjerit. Hanya mau diapa,” ucapnya.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Peredaran 3 Kg Sabu, Satu Pelakunya Perempuan Asal Kolaka

Anton berharap persoalan perizinan tambang dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas penambangan kembali berjalan normal. Dengan begitu, pasokan pasir dapat kembali stabil dan harga di pasaran berangsur turun.

“Tapi nanti kalau sudah terbit izinnya, saya rasa normal lagi itu. Sekarang memang luar biasa, belum bisa karena pasir hanya Sabalakoa saja, lainya tutup semua,” katanya.

Sebelumnya, harga pasir di Kendari berada di kisaran Rp850 ribu hingga Rp900 ribu per rit. Kini, masyarakat harus merogoh kocek hingga Rp1,5 juta per rit akibat terbatasnya pasokan di tengah proses penertiban tambang galian C di sejumlah wilayah.

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x