BERITA TERKINIHEADLINEKESEHATANMETRO

Balita di Kadia Positif Corona Hasil Rapid Test, Jubir Gugus Tugas Klaim Hasil Uji Swab Belum Keluar

×

Balita di Kadia Positif Corona Hasil Rapid Test, Jubir Gugus Tugas Klaim Hasil Uji Swab Belum Keluar

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Seorang balita di Kelurahan Pondambea Kecamatan Kadia Kota Kendari dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Hal tersebut didasari hasil Rapid Test yang dilakukan Tim Surveilans dan Tim Sampling Dinas Kesehatan Sultra pada Minggu 5 April 2020.

BACA JUGA :

Tim dilaporkan melakukan Rapid Test pada warga yang sempat melakukan kontak dan risiko erat dengan empat kasus positif corona di Kota Kendari.

Baca Juga :  Ciri-ciri WhatsApp Kena Hack dan Cara Melaporkannya

Dari 62 warga yang di-rapid test, balita berumur 1 tahun 4 bulan dinyatakan positif terpapar corona.

Saat dikonfirmasi terkait temuan baru kasus balita positif Covid-19, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal mengatakan hasil Rapid Tes merupakan petunjuk awal.

Pihaknya belum bisa menyimpulkan si balita positif Corona karena uji swab tenggorok balita malang tersebut belum dirilis.

“Belum ada hasil. Baru di-swab bahkan,” ujar dokter bedah RSUD Bahteramas itu via selularnya, Minggu 5 April 2020.

Kata Ketua IDI Sultra tersebut, pihak medis sudah mengambil sampel swab tenggorok si balita untuk diteliti di Laboratorium Makassar.

Terkait hasil Rapid Test, Dokter Wayong sapaan akrab mengatakan tes cepat tersebut tidak serta merta menjadi bahan rujukan utama menyimpulkan pasien positif terpapar Corona. Langkah itu merupakan screening atau menjadi petunjuk awal tim medis melakukan uji diagnostik.

Baca Juga :  Kadin Sultra Bangga, Wakil Sultra Tembus 6 Besar Putri Indonesia di Jakarta

“Rapid-test bukan diagnostik, tapi sebagai seleksi/pilah antara yang berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi karena adanya keluhan klinis, resiko terpapar. Walau bukan diagnostik, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan,” jelasnya.

Ia menegaskan pemeriksaan diagnostik di laboratorium medis untuk kasus Covid-19 adalah real time – PCR (RT PCR) melalui swab/usapan tenggorok.

“Hasil negatif pada rapid test bukan berarti bebas Covid19. Diulang kembali setelah 10 hari. Bila (-), bebas Covid19. Bila (+) diikuti pemeriksaan RT-PCR. Baik yang positif maupun yang negatif tetap prosedur isolasi/karantina diri, karena yang diperiksa adalah hanya mereka yang secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan Covid19,” papar Dokter Wayong.

Baca Juga :  Sultra Belum Siap Terapkan Kebijakan Ganti Pelat Kendaraan Hitam ke Putih

Inilah mengapa data balita sebagai tambahan kasus baru positif Corona di Sultra belum terupdate dalam data resmi Gugus Tugas Covid-19 Sultra hingga uji lab tuntas.

Merunut data Gugus Tugas Covid-19 Sultra Minggu 5 April Pukul 09.00 WITA, total positif Corona berjumlah 6 orang. Dimana 3 pasien dilaporkan berasal dari Kota Kendari, 2 pasien berdomisili Kabupaten Konawe. Sementara satu pasien positif dinyatakan telah sembuh berasal dari Kota Kendari.

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 14 pasien ; 6 PDP Kota Kendari, 6 PDP Kabupaten Muna, 2 PDP Kabupaten Konawe.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami penyusutan menjadi 737 orang. Berikut, Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 31 orang : 25 OTG Kota Kendari, 3 OTG Kabupaten Muna, 3 OTG Kabupaten Konawe. Adm











0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x