LAJUR.CO, KENDARI — Menjelang distribusi daging kurban Iduladha, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sulawesi Tenggara (Sultra), drh Putu Nara Kusuma Prasanjaya, mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam menangani daging kurban agar tetap aman, higienis, dan tahan lama saat disimpan.
Ia menekankan pentingnya pemilihan wadah penyimpanan, terutama dengan menghindari penggunaan plastik hitam yang dinilai berisiko bagi kesehatan. Menurutnya, plastik hitam berpotensi mengandung senyawa karsinogenik yang dapat berdampak buruk pada tubuh jika terpapar melalui bahan pangan.
“Zat ini berpotensi memicu senyawa karsinogenik yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker jika masuk ke tubuh melalui makanan,” ujarnya.
Sebagai alternatif, masyarakat disarankan menggunakan wadah yang lebih aman seperti plastik food grade transparan, kotak makanan, besek bambu, hingga wadah alami seperti daun lontar atau kelapa.
Selain itu, drh Nara menyoroti kebiasaan mencuci daging sebelum disimpan yang masih sering dilakukan masyarakat. Kata dia, tradisi tersebut justru dapat mempercepat pertumbuhan mikroba karena meningkatnya kadar air pada permukaan daging.
Ia menyarankan agar daging kurban langsung dimasukkan ke dalam wadah tertutup tanpa dicuci terlebih dahulu, lalu disimpan di freezer. Suhu ideal menyimpan daging segar antara 0 hingga minus 4 derajat Celsius untuk menjaga kualitas dan kesegarannya.
“Daging merupakan produk hewani yang mudah rusak karena kandungan darah dan kadar air yang tinggi, sehingga sangat rentan terhadap kontaminasi mikroba,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk memasak daging sesuai kebutuhan serta menghindari pemanasan berulang yang dapat menurunkan nilai gizi sekaligus meningkatkan risiko keracunan pangan.
Laporan: Ika Astuti




