SULTRABERITA.ID, KENDARI – Sebanyak empat warga Kabupaten Muna Barat dilaporkan masuk dalam daftar manifest penumpang KM Dorolonda yang menjadi cluster terbesar transmisi virus Corona di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
BACA JUGA :
- Momen 10 Balon Rektor UHO Duduk Ngobrol Bareng Plt Rektor Saat Gladi Adu Visi Misi di Aula Mokodompit
- Trend Harga Emas di Kendari Turun: Dulu Tembus Rp3 Juta, Kini Dibanderol Rp2,6 Juta per Gram
- Tradisi Suku Muna Olah Umbi Hutan yang Mengandung Sianida Jadi Kuliner Lezat, Bisa Hasilkan Cuan
- PT Vale Pomalaa Teratas, Bapenda Sultra Rilis 5 Perusahaan Tambang Paling Taat Pajak
- Basarnas Selamatkan 8 Penumpang Kapal yang Terombang-ambing di Perairan Batuatas, Busel
Empat orang OTG (Orang Tanpa Gejala) yang mayoritas laki-laki tersebut sejauh ini dikabarkan belum mengikuti tahapan uji swab tenggorok.
Mereka diketahui tinggal di Desa Lapadaku Kecamatan Lawa dan Desa Guali Kecamatan Kusambi.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muna Barat, Rahman Saleh membenarkan keempat warga Mubar eks penumpang KM Dorolonda belum menjalani pemeriksaan uji RT-PCR (Real Time Polymerase Chain Reaction) untuk memastikan mereka bebas dari infeksi virus.
“Kita sudah data. Itu setelah ada notifikasi dari KKP tentang Dorolonda. Sebelumnya belum ada tapi sudah kita tracing. Belum di uji swab. Kita sudah karantina,” ujar Rahman Saleh.
Kata dia, pihaknya baru mendapat pemberitahuan jika penumpang KM Dorolonda tengah menjadi sorotan karena masuk dalam cluster besar transmisi virus SARS-CoV.
Inilah mengapa tim medis setempat bergerak cepat mengambil langkah prosedur karantina terhadap para penumpang KM Dorolonda.
Meski belum mengikuti uji swab, empat warga Mubar tersebut diwajibkan menjalani karantina yang diawasi ketat oleh Tim Gugus Tugas Mubar.
Mereka, kata Rahman Saleh, masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Mengenai potensi para eks penumpang KM Dorolonda tertular virus Corona sebagaimana terjadi di Kabupaten Bombana, Wakatobi dan Buton Tengah, Rahman Saleh mengatakan segera melakukan uji swab yang dilaksanakan secara mandiri oleh Pemkab Mubar dalam waktu dekat.
Tes Corona dengan metode pengambilan sampel lendir tenggorokan akan dilakukan berbarengan dengan dengan 31 OTG lain yang juga masuk dalam kontak erat Covid-19 Mubar.
Adapun 31 warga pecahan Kabupaten Muna yang bakal menjalani test diagnostik Corona berasal hasil tracing kontak erat Covid-19 yakni Desa Pajala sebanyak 5 orang, cluster Temboro 5 orang, KM Dorolonda 4 orang penumpang dan sisanya adalah dari cluster KM Ngapulu.
Sebagai informasi KM Dorolonda memicu ledakan infeksi wabah Corona di Sultra. Di Kabupaten Bombana, sekitar 60 lebih penumpang kapal Pelni tersebut dinyatakan positif tertular virus Covid-19 setelah menjalani uji swab tenggorok.
Hal sama juga terjadi di Wakatobi dan Buton Tengah. Dimana angka positif Covid-19 didominasi oleh warga yang memiliki riwayat perjalanan menggunakan KM Dorolonda.
Kapal berkapasitas 2000 pax itu dilaporkan dua kali melabuhkan penumpang di Pelabuhan Baubau pada medio April 2020.
Total penumpang yang diturunkan di pelabuhan Baubau dalam dua kali trip mencapai 621 orang. Dimana para penumpang diidentifikasi berasal dari 11 kabupaten di Sultra. dm




