LAJUR.CO, KENDARI – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program GenBI Bina Desa 2026 yang digelar di Kelurahan Ambalodangge, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, 22–24 Mei 2026.
Melalui program pengabdian masyarakat tahunan tersebut, GenBI UHO menghadirkan beragam kegiatan edukatif yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, petani, pelaku UMKM, hingga ibu rumah tangga. Materi yang diberikan mencakup literasi keuangan, kesehatan, pertanian berkelanjutan, serta digitalisasi usaha mikro.
Ketua GenBI UHO, Firman Dani Baharuddin, mengatakan kegiatan itu mengusung tema “Penguatan Pertanian Berkelanjutan Melalui Inovasi dan Digitalisasi UMKM dalam Mewujudkan Desa Berdaya dan Mandiri Bersama GenBI”.
Menurutnya, program tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital melalui QRIS, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, serta memperkuat sektor pertanian dan UMKM sebagai pilar ekonomi desa.
“Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi literasi keuangan, kesehatan, pertanian berkelanjutan, pengembangan UMKM, serta kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya kepada Lajur.co.
Berbagai agenda dilaksanakan selama kegiatan berlangsung. Para penerima beasiswa Bank Indonesia memberikan edukasi literasi keuangan dan program Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBPR), sosialisasi penggunaan QRIS, edukasi pertanian berkelanjutan, hingga pelatihan pemanfaatan limbah jerami padi menjadi pakan ternak menggunakan metode amoniasi.
Tak hanya itu, kegiatan dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, pemasangan baliho UMKM, senam bersama warga, gotong royong, serta program GenBI Lapak Baca yang menyasar anak-anak usia sekolah.
Program reguler itu melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, kelompok tani, ibu-ibu PKK, karang taruna, tokoh masyarakat, hingga kalangan pelajar.
“Adapun target sekolah dalam kegiatan ini yaitu SMAN 3 Konawe Selatan melalui sosialisasi CBPR dan literasi keuangan, serta SD Negeri 5 Laeya dan beberapa sekolah dasar di sekitar Kelurahan Ambalodangge,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi sepanjang pelaksanaan kegiatan. Lebih dari 100 siswa SMA mengikuti sosialisasi CBPR dan literasi keuangan, sementara sekitar 35 siswa sekolah dasar berpartisipasi dalam kegiatan lapak baca, public speaking, lomba mewarnai, serta berbagai aktivitas edukatif lainnya.
Di sektor UMKM, sebanyak tujuh pelaku usaha berhasil dibuatkan merchant QRIS sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi digital dan memperluas akses transaksi non-tunai di tingkat desa.
Sementara itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis diikuti sekitar 40 warga dari total 70 masyarakat yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
“Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya warga yang hadir dan mengikuti kegiatan edukasi pertanian berkelanjutan serta pemanfaatan limbah jerami padi menjadi pakan ternak menggunakan metode amoniasi,” ungkap Firman.
Ia berharap program GenBI Bina Desa mampu meningkatkan literasi keuangan, kesehatan, pendidikan, serta pemanfaatan teknologi digital di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat,” tutupnya.
Laporan; Ika Astuti




