LAJUR.CO, KENDARI – Suasana menjelang Iduladha 1447 Hijriyah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibayangi keresahan. Bukan soal menu lebaran, tapi soal tabung gas LPG 3 kilogram yang makin sulit didapat dan harganya bikin geleng kepala.
Di sejumlah kios, harga gas melonjak tak karuan. Pada Senin (25/5/2026) menunjukkan harga bervariasi dari Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per tabung. Padahal biasanya jauh di bawah itu. Kelangkaan membuat harga seolah dipatok seenaknya.
Fitri, warga Kemaraya, Kendari Barat, jadi salah satu yang merasakan dampaknya. Ia bercerita ayahnya sudah keliling kota sejak pagi hanya untuk mencari satu tabung gas.
“Sangat langka. Baru ada yang jual mahal. Bapaku dari pagi dia kelilingi 1 Kota Kendari. Nanti sore baru dapat,” ucapnya.
Hal lain yang bikin geram adalah harga yang ditemui tidak konsisten. Di beberapa kios harga gas dijual mulai Rp50 ribu, sementara di tempat lain mencapai Rp70 ribu. Fitri menyebut variasi harga yang ia temui itu tanpa disertai alasan jelas.
“Ada yang jual sampai Rp70 ribu. Mereka suka kasih harga sembarang. Ada yang Rp50 ribu, ada yang Rp70 ribu,” keluhnya.
Kondisi kelangkaan membuat ibu dua anak ini pusing mengatur sisa gas di rumahnya. Ia khawatir stok yang tersisa hanya cukup untuk penggunaan satu hari.
“Ini mahal, tidak ada. Saya pusing. Ini gas ku mungkin tinggal besok ini saya pake. Mau cari dimana mi besok ini,” katanya.
Cerita Fitri mewakili keresahan banyak ibu rumah tangga di Kendari saat ini. Beban makin berat karena harga minyak goreng di pasar juga ikut naik.
Alih-alih fokus menyiapkan hidangan lebaran, Fitri bersama warga lainnya justru disibukkan mencari gas dengan harga yang masuk akal. Red





