SULTRABERITA.ID, KENDARI – Dinas Kesehatan Sultra memberi respon cepat menyusul ancaman virus Corona. Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr Andi Hasnah Sp.An menyatakan instansi yang dipimpinnya telah berkoordinasi dan meneruskan surat edaran Kemenkes RI tentang kesiapsiagaan penyakit pneumonia keseluruh rumah sakit dan pemerintah kabupaten di Sultra.
BACA JUGA :
- Pemerintah Tetapkan Pengaturan Pembelajaran Murid Selama Ramadan 2026
- Kapal Express Cantika 07 Resmi Beroperasi, Kendari–Raha Ditempuh 2,5 Jam
- ASR Janjikan Kerjaan & Program Bedah Rumah ke Ortu yang Anaknya Tewas di Lampu Merah Wuawua
- Universitas Halu Oleo Masuk 35 Besar Nasional, Catat Peringkat 2.318 Dunia
- Penjualan BYD Melonjak, Haka Auto Matangkan Strategi Ekspansi 2026
“Sudah koordinasi dengan KKP sebagai pintu masuk dan juga semua kabupaten kota sudah kami kirimi surat edaran dari kemenkes . Jadi yang lewat pintu masuk Bandara Haluoleo atau pun Baubau, juga semua TKA (Tenaga Kerja Asing) dideteksi suhu tubuhnya tidak lebih dari 37 derajat Celcius. Koordinasi tetap dilakukan dengan meningkatkan sistem kewaspadaan dini respon,” papar dokter spesialis anastesi tersebut.

Meski Kota Kendari kerap menjadi jalur perlintasan Tenaga Kerja Asing (TKA) China, Dinkes Sultra mengklaim daerah ini masih steril dari ancaman sebaran virus mematikan tersebut.
“Belum ada tanda-tanda. Kalau ada kan harus diisolasi. Yang diantisipasi itu sekarang adalah penularannya. Kabupaten kota sudah kita beritahu agar waspada,” ujarnya.
Sampai sekarang, lanjut mantan Ketua IDI Sultra itu, belum ada vaksin yang bisa menangkal penyebaran virus Corona.
Satu-satunya yang bisa dilakukan pemerintah untuk mencegah terjangkit penyakit tersebut adalah memblok pintu masuk dari daerah endemik virus yakni Negara Cina.
“Mereka yang habis berkunjung ke Cina mulai akhir Desember itu yang mesti diwaspadai. Pihak KKP saya sudah bergerak untuk itu,” ujar Andi Hasnah.
Hingga Jumat, 24 Januari 2020, total korban meningal dunia akibat terpapar virus Corona bertambah, dari 17 orang menjadi 25 orang. Di China, total 830 kasus pasien terinfeksi virus yang mirip dengan SARS mematikan.
Wabah ini dengan cepat telah menyebar di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Taiwan, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Makau.
Wuhan di Provinsi Hubei, China adalah lokasi yang diduga asal mula penyebaran virus corona tengah melakukan proteksi, menutup akses mobilisasi warga demi sterilisasi mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.
Virus Corona merupakan wabah mematikan dengan gejala batuk, kesulitan bernapas, dan radang paru-paru.
Dikutip dari Tirto.id, di Amerika, virus asal Cina itu telah menginfeksi sekitar 300 orang. Selain Amerika Serikat, beberapa kasus teridentifikasi di Thailand, Jepang, Korea Selatan. Para penderita terjangkit virus Corona usai melakukan perjalanan ke Wuhan Cina. Adm



