LAJUR.CO, MUNA – Ramai dihujat netizen hingga menjadi sorotan sejumlah media online di Sulawesi Tenggara (Sultra), pengaspalan jalan Mantobua-Korihi, Kabupaten Muna, akhirnya diperbaiki. Dari total ruas sepanjang 241 meter, sebanyak 188 meter dilaporkan mengalami kerusakan dan harus diaspal ulang.
Kerusakan jalan tersebut sebelumnya viral di media sosial TikTok dan Facebook. Kondisi itu memicu sorotan publik terhadap kualitas pekerjaan peningkatan jalan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muna sebesar Rp359 juta.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna, La Ode Abdul Jabbar Mujabar, mengatakan hasil pengecekan menunjukkan hanya 53 meter jalan yang berada dalam kondisi baik, sedangkan 188 meter lainnya mengalami kerusakan.
“Peningkatan jalan Mantobua-Korihi bersumber dana APBD Rp359 juta, dengan panjang rencana 241 meter dan lebar 4 meter. Dari total rencana, kondisi jalan yang baik dikerja itu cuma 53 meter, sedangkan kondisi rusak sepanjang 188 meter. Perbaikan kerusakan full badan jalan sepanjang 47 meter,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).
Ia mengatakan penanganan kerusakan masih akan berlanjut seiring pengecekan berkala terhadap kondisi jalan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bagian yang membutuhkan perbaikan dapat ditangani sesuai tingkat kerusakannya.
Mengenai penyebab kerusakan, La Ode menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan komposisi campuran aspal yang tidak konsisten.
“Kalau penyebab kerusakan adalah tidak konsistennya komposisi pencampuran aspal pembentuk CPHMA,” terangnya.
Sorotan publik terhadap kualitas pengaspalan di Kabupaten Muna juga mengarah ke ruas jalan di kawasan BTN SMAN 1 Raha. Kondisi permukaan jalan tersebut turut ramai diposting warganet di Facebook karena dinilai memiliki kemiripan dengan kerusakan di ruas Mantobua-Korihi.
Menanggapi hal itu, La Ode menegaskan kondisi kerusakan pada kedua ruas jalan tersebut berbeda. Ia merujuk hasil pengujian core drill atau pengeboran sampel perkerasan di BTN SMAN 1 Raha yang menunjukkan seluruh sampel masih bisa diambil.
Menurutnya, kerusakan di ruas tersebut berupa pelepasan lapisan permukaan dan tidak sampai ke bagian dasar perkerasan.
“Kalau pekerjaan pengaspalan ruas jalan di BTN SMAN 1 Raha itu berbeda kondisinya dengan Mantobua-Korihi. Hasil uji core drill, semua sampel masih bisa diambil. Namun terjadi lepas permukaan, kerusakan tidak sampai dasar,” jelasnya.
La Ode menambahkan, perbaikan pengaspalan di BTN SMAN 1 Raha direncanakan berlangsung pada Minggu (11/10/2026). Pekerjaan perbaikan di kedua ruas jalan itu akan mendapat pendampingan konsultan dan pengawasan langsung dari direksi Dinas PUPR Kabupaten Muna.
“Kita libatkan pendampingan konsultan dan direksi Dinas PUPR Muna yang turun langsung mengawasi perbaikan dua ruas jalan ini,” pungkasnya. Tri