?>
BERITA TERKINIHEADLINE

Jamu Menteri Zulkfli Hasan di MTQ, ASR Klaim Penyaluran Beras SPHP Sultra Tertinggi Nasional

×

Jamu Menteri Zulkfli Hasan di MTQ, ASR Klaim Penyaluran Beras SPHP Sultra Tertinggi Nasional

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 24,667 juta kilogram hingga periode September 2026.

Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 16,21 juta kilogram atau mencapai 152 persen. Bahkan, capaian penyaluran beras SPHP di Bumi Anoa disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memantau penyaluran bantuan pangan periode Oktober–Desember 2026 di Eks-MTQ, Selasa, (06/10/2026).

Andi mengatakan, capaian ini menjadi salah satu gambaran komitmen Pemerintah Sultra dalam menjaga stabilitas pangan dan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Dan ini merupakan capaian yang tertinggi di seluruh Indonesia dan kami masuk kategori nomor satu di Indonesia,” ungkapnya dalam sambutan.

Selain penyaluran beras SPHP, Andi ikut melaporkan realisasi bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026.

Dari target 324.272 penerima manfaat atau sebanyak 9,72 juta kilogram beras, telah terealisasi 9,47 juta kilogram atau mencapai 97,42 persen.

Baca Juga :  WNA Turki di Kendari Dibekuk Gegara KDRT ke Istri yang Cemburu Buta

Menurutnya, pihaknya juga terus melakukan intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat melalui program pangan murah.

Dimana hingga saat ini, gerakan pangan murah telah dilaksanakan sebanyak 230 kali di 17 kabupaten/kota di Sultra.

“Pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus salah satu indikator utama kesejahteraan,” ujar Andi.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sultra menyambut baik setiap kebijakan dan program bantuan pangan dari pemerintah pusat yang dilaksanakan secara tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

Dimana penyaluran bantuan pangan tidak hanya menjadi bentuk intervensi pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat, melindungi kelompok rentan, serta memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

Karena itu, ia menilai kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan penting untuk memastikan seluruh proses penyaluran bantuan pangan telah dipersiapkan dengan baik sehingga tidak terjadi hambatan dalam pendistribusiannya kepada masyarakat.

“Kita sudah siapkan 790 ribu kilo, Pak. Tetapi ada cadangan sebanyak 1 juta kilo yang kita siapkan. Manakala yang 750 ini kurang, maka kita akan salurkan sebanyak 1 juta kilo,” ungkap orang nomor satu di Sultra.

Baca Juga :  PLN Wua-wua dan Benu-Benua Umumkan Jadwal Mati Lampu Senin 7 September

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah pusat menyiapkan tambahan bantuan pangan sebanyak 1 juta ton secara nasional.

Bantuan itu diperuntukkan bagi 33,2 juta masyarakat yang masuk desil 1 hingga desil 4.

Dimana setiap penerima akan mendapatkan 10 kilogram beras selama tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 2026, yang akan dirapel menjadi 30 kilogram.

“Karena ini ada program yang sangat penting. Kita masuk ke musim kemarau. Harga-harga mulai menanjak naik dan ini kebutuhan pokok, kebutuhan dasar masyarakat kita, yaitu beras,” kata Zulkifli dalam sambutanya.

Selain bantuan pangan, pemerintah pusat juga akan menyiapkan operasi pasar beras subsidi sebanyak 1 juta ton bagi masyarakat yang berada pada desil 5, 6, dan 7.

Menurut Zulkifli, kelompok tersebut juga ikut terdampak ketika harga beras mengalami kenaikan.

Baca Juga :  favorite article 720458

“Karena harga naik, tentu saudara kita yang 5, 6, 7 desilnya itu kesulitan. Nah, kita lakukan operasi pasar beras subsidi itu sebanyak 1 juta ton juga,” tuturnya.

Ia juga menegaskan beras yang dijual dalam operasi pasar tersebut merupakan beras yang disubsidi pemerintah dan ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau.

Dimana berasa itu nantinya diedarkan Bulog melalui pasar-pasar tradisional dengan harga Rp12.500 per kilogram. Yang nantinya dijual oleh masyarakat dengan harga Rp15 ribu per kilogramnya.

“Yang ini akan masuk ke pasar-pasar tradisional. Sehingga nanti kalau ibu-ibu belanja beras, berasnya bagus, tetapi beras yang disubsidi oleh pemerintah,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), memastikan penyaluran bantuan pangan tersebut akan segera dilakukan setelah proses administrasi dan anggaran selesai.

“Saya kira seminggu-dua minggu ini Bulog sudah mulai mendistribusikan seluruh bantuan-bantuan pangan yang saya sebutkan tadi,” ungkap Zulkifli Hasan. Sis

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>