BERITA TERKINIEKOBIS

Kepala Daerah se-Sultra Sepakati Kerjasama Pedagangan Antar Daerah

×

Kepala Daerah se-Sultra Sepakati Kerjasama Pedagangan Antar Daerah

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tenggara menyepakati perjanjian kerja sama perdagangan antar daerah. Penandatangan kesepahaman kerjasama diinisiasi Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra berlangsung Senin, November 2019.

Kerjasama perdagangan antar daerah ini dilakukan untuk menekan laju inflasi antar kabupaten kota se-Sultra agar tetap stabil.

Plh Sekda Sultra, La Ode Mustari berharap kerjasama perdagangan antardaerah bisa melahirkan rekomendasi jitu yang berdampak postif bagi perekonomian daerah.

Ia menekankan agar seluruh kepala daerah mematuhi seluruh aturan main kerjasama perdagangan yang telah ditandatangani sebagai bentuk komitmen mendukung program pemerintah.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel Puji Praktik Pertambangan Berkelanjutan PT Vale: Patut Jadi Contoh Nasional!

“Berbagai permasalahan ekonomi di Sultra utamanya terkait inflasi bisa ditekan. Kalau bisa eveluasinya dilakukan per dua bulan biar hasilnya bisa lebih maksimal,” ujar Mustari.

Kepala Biro Ekonomi Setda Sultra, Yuni Nurmalawati menyatakan MoU ini berkorelasi positif dengan agenda kerja TPID dalam menekan laju inflasi di Sultra.

“Kita harap kepala daerah bisa saling koordinasi untuk sejumlah produk yang potensial yang ada di daerahnya. Antar daerah bisa saling suport untuk saling kerjasama memenuhi kebutuhan di daerahnya,” jelasnya.

Kerjasama perdagangan antar daerah disepakati seluruh kepala daerah nantinya akan menjembatani pemenuhan kebutuhan sejumlah komoditi potensial dan menjaga media sharing data (data base) berbagai komoditi. Terutama produk-produk yang menjadi penyumbang inflasi.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Hapus Tenaga Honorer 2023

Beberapa daerah yang mengalami surplus stok komoditi tertentu semisal bisa bidang perikanan bisa mendistribusikan surplus komoditi perikanannya ke daerah lain di Sultra yang diketahui mengalami defisit.

Demikian untuk kebutuhan sandang dan pangan lain yang dalam analisis data Bank Indonesia paling sering menjadi pemicu inflasi. Dengan begitu inflasi bisa terjaga stabil.

“Kita tidak perlu lagi mengimpor dari Sulsel semisal di kabupaten tertentu di Sultra komoditi yang dibutuhkan itu ada,” ujar Suharman Tabrani Kepala Perwakilan BI Sultra.

Baca Juga :  Bupati Morowali Salut Komitmen PT Vale Konsisten Jalankan CSR

Kerja sama perdagangan antar daerah juga dimaksudkan agar kepala daerah lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik dalam daerah ketimbang melayan kebutuhan/perdagangan komoditi luar Sultra.

“Gejala inflasi untuk beberapa daerah seperti Kota Baubau dan Kota Kendari sering kali bertolak belakang. Di Kendari terjadi inflasi untuk komoditi tertentu semisal produk ikan, di Baubau malah deflasi. Nah lewat MoU ini pemerintah daerah bisa saling share data dan saling menyuport memenuhi kebutuhan domestik,” ujar Surya Alamsyah, Perwakilan BI Sultra. Adm



0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x