BERITA TERKINIHEADLINE

Ketua RT Tagih Janji Rp100 Juta, Siska Sebut Realisasi Tahun Depan

×

Ketua RT Tagih Janji Rp100 Juta, Siska Sebut Realisasi Tahun Depan

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Janji program Rp100 juta untuk setiap RT di Kota Kendari kembali ditanyakan. Para Ketua RT kini mendapat kepastian bahwa program yang menjadi salah satu janji kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari pada Pilkada 2024 tersebut akan direalisasikan tahun depan.

Meski begitu, ada satu hal yang berubah. Nilai anggaran yang akan diterima setiap RT dipastikan tidak mencapai Rp100 juta seperti yang dijanjikan saat kampanye.

Kepastian itu disampaikan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, setelah seorang Ketua RT di Kecamatan Kadia menanyakan langsung kelanjutan program tersebut dalam kegiatan Wali Kota Kendari bersama Forkopimda Menyapa Kecamatan Kadia dan Wua-Wua di kawasan Kali Kadia, Senin (24/8/2026).

Baca Juga :  HUT Muna Barat Tak Hanya Suguhkan Hiburan, Warga Juga Diajak Belajar Investasi Emas

Dalam kesempatan itu, Ketua RT tersebut menyampaikan pertanyaan dari rekan-rekannya mengenai program Rp100 juta per RT. Ia ingin memastikan apakah program tersebut masih akan dijalankan atau justru dihentikan.

“Mohon izin Ibu Wali, saya menyampaikan titipan pesan dari rekan-rekan RT, untuk menanyakan masalah Rp100 juta. Bagaimana kelanjutannya, apakah masih ada atau bagaimana,” ujarnya di hadapan Wali Kota Kendari.

Menjawab pertanyaan tersebut, Siska meminta para Ketua RT tidak perlu khawatir. Ia memastikan program tersebut tetap akan direalisasikan pada 2027, meski nominal yang diterima tidak sama dengan janji awal.

Baca Juga :  Menjerit! Harga Pasir di Kendari Naik Nyaris Dua Kali Lipat: Dulu Rp850 Ribu, Kini Rp1,5 Juta/Rit

“Tenang, tahun depan direalisasikan. Walaupun nominalnya tidak sesuai, tetapi minimal kita harus bersyukur,” kata Siska.

Menurut Siska, yang paling penting adalah program tersebut tetap berjalan dan anggarannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat lingkungan.

Namun, ia mengingatkan para Ketua RT agar memahami bahwa dana tersebut bukan merupakan uang pribadi yang dapat digunakan secara bebas.

“Dana ini bukan untuk dananya Ketua RT, bukan. Itu dulu yang harus dipahami. Ini bukan uang pribadi kita, uang negara. Semua ada pertanggungjawabannya,” ungkapnya.

Siska menjelaskan, penggunaan anggaran nantinya harus dibicarakan dan disepakati bersama oleh unsur-unsur yang ada di lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  UMKM Lokal Curi Perhatian Anggota DPD RI di HUT Muna Barat, dari Kerajinan Batok Kelapa hingga Sambal Bete-Bete

Pembahasan itu dapat melibatkan Ketua RW, Ketua RT, LPN, Karang Taruna, Puskesos, Posyandu hingga tokoh masyarakat.

Ia meminta setiap lingkungan menentukan kebutuhan yang paling mendesak sehingga anggaran yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

“Duduk di situ sama-sama, bicarakan, duit ini kita mau bikin apa. Karena ada pertanggungjawaban penggunaan dari anggaran itu,” ungkap Siska.

Dengan demikian, meski nominalnya belum dapat memenuhi angka Rp100 juta seperti janji kampanye, program tersebut tetap masuk dalam rencana pemerintah Kota Kendari untuk direalisasikan pada tahun depan.

Laporan: Ika Astuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *